Kasus Pedofelia di Sukabumi, Leni Liawati Minta DP3A Komunikasi Lintas Sektor

Kasus Pedofelia di Sukabumi, Leni Liawati Minta DP3A Komunikasi Lintas Sektor.

SUKABUMI, HR – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati, mengaku prihatin terjadinya tindak pidana pencabulan anak laki-laki di bawah umur (Pedofilia) di Kampung Cibojong, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Aksi bejat yang dilakukan pria bernisial FCR (23 tahun) ini sudah berlangsung sejak tahun 2019, dan untuk sementara terdata 19 anak laki-laki jadi korban aksi cabul dan sodomi yang dilakukan dengan modus bejalar ilmu kanuragan.

Pelaku sudah diamankan Polsek Kalapanunggal Sabtu malam lalu (27/06/2020) sekira pukul 23.30 WiB di kediamannya. Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 11.00 WIB pelaku kemudian dibawa ke Markas Polres Sukabumi di Palabuhanratu.”Tentunya kami sangat prihatin dengan adanya kasus tersebut. Apalagi terjadi di Kabupaten Sukabumi,” ujar Leni, Selasa (30/06/2020).

Menurut Leni, Pedofilia merupakan kelainan mental atau lebih tepatnya kelainan seksual. nafsu atau ketertarikan seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia, untuk itu agar tidak jatuh korban lagi dikemudian hari pelaku harus disembuhkan. “Pengobatannya difokuskan untuk mengubah perilaku berupa tindakan observasi dan antisipasi dari tindakan kriminal,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sambung Leni orang tua juga perlu waspada dengan lingkungan sekitar selalu memberikan edukasi kepada anak-anaknya mulai dari pendidikan seks usia dini dengan menjelaskan kepada anak seputar tubuh, bagian mana saja yang bersifat intim dan harus dijaga. “Anak-anak juga perlu dipahamkan untuk lebih berhati-hati dengan orang asing. Edukasi tentang pembatasan penggunaan gadget juga perlu terutama bahaya game online bagi anak-anak,” terangnya.

Selain itu, sambung Leni, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi juga perlu melakukan koordinasi dengan lintas sektor agar bisa membantu menyelesaikan kasus tersebut. “Di sisi lain korban juga perlu dilakukan pengobatan dan pendampingan baik fisik dan psikisnya,” katanya.

Loading...

Ia berharap generasi muda harapan bangsa, harus menggunakan waktunya untuk kegiatan yang bermanfaat. Peningkatan kapasitas ruhiyah (mental spiritual), fikriyah (ilmu), dan jasadiyah (fisik) perlu dilatih dan dibina.”Pandai memilih teman dan lingkungan dalam bergaul. Juga punya daya tahan agar dalam kondisi sesulit apapun bisa mengatasi segala permasalahan,” tandasnya. ida

Tinggalkan Balasan