Ketum Barisan Muda Nusantara: Periksa Renova Siahaan!

oleh -277 views
JAKARTA, HR – Menejemen tertutup yang diterapkan Kasudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakbar telah mengundang reaksi dari berbagai elemen masyarakat. Isu bahwa Kasudin Renova Siahaan tidak mau terbuka kepada public, ternyata memang benar adanya.
Kadis KPKP DKI Jakarta Darjamuni bersama Renova Siahaan saat launching Sentra Flora Semanan. Namun setelah launching, kios-kios tersebut kembali seperti semula menjadi ‘rumah hantu’. Inzet: Ketum Barisan Muda Nusantara, Mampe Sirait.
Berbagai elemen itu mendesak kepada seluruh penegak hukum dan auditor untuk segera mengusut dan memeriksa kinerja Sudin KPKP Jakbar yang diduga telah menjadi sarang korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) nomor satu di Pemko Jakbar.
“Segera usut jenis pekerjaannya, penyalurannya, anggarannya, perusahaan pelaksana, dan siapa yang mengerjakan. Tidak dipungkiri, ada juga orang dekatnya yang dapat pekerjaan KPKP Jakbar, tapi dia tidak punya perusahaan. Bila bukan si empunya perusahaan yang mengerjakan, sudah pasti penyerapannya tidak maksimal, karena si peminjam pasti membayar ‘rental’ perusahaan kepada si empunya. Dan akibatnya, spek yang dikerjakan pun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Atau mungkin juga ada mark up, ya itu baru kemungkinan, karena Sudin KPKP tidak suka kinerjanya diekspos ke masyarakat,” ujar Ketua Umum Barisan Muda Nusantara, Mampe Sirait.
Terkait itu, Barisan Muda Nusantara juga akan bersurat kepada BPKP DKI Jakarta, Inspektorat DKI Jakarta, dan instansi terkait lainnya agar segera dilakukan pengusutan lebih jauh atas dugaan KKN di Sudin KPKP Jakbar.
“Logikanya, bila di suatu tempat tertutup bagi public, itu akan menjadi hal yang mencurigakan bagi public. Sama seperti di Sudin KPKP Jakbar, bila mereka tertutup dan tidak ingin diekspos mengenai kinerja penyerapan anggaran, berarti patut dicurigai adanya dugaan KKN berjamaah di sudin yang dipimpin dokter hewan itu,” ujar Mampe Sirait.
Ditambahkan aktivis muda ini, sejak Renova Siahaan menjabat Kasudin KPKP, tidak ada perubahan dan kemajuan di SKPD yang dipimpinnya.
“Keberhasilan Renova Siahaan diantaranya, dengan pelayanan tertutup Sudin KPKP Jakbar seolah-olah telah berubah menjadi sarang KKN, dan Sentra Flora Semanan setelah launching kembali seperti semula menjadi ‘rumah hantu’, padahal Sudin tersebut telah mengucurkan sedikitnya APBD 2015 sebesar Rp160 juta untuk pemeliharaannya. Jadi itulah keberhasilannya yang telah sia-sia membuang uang rakyat untuk hasil yang nol besar,” tegas Mampe Sirait.
Renova Siahaan yang mengaku sudah bekerja secara profesional dan mendukung visi misi Gubernur Ahok dengan motto Jakarta Baru, ungkap Ketum Barisan Muda Nusantara, adalah omong kosong.
“Gubernur DKI adalah pejabat yang terbuka kepada public. Siapa saja bisa bertanya dan mendapat jawaban yang puas. Renova? Mirip mafia yang tidak bisa disentuh oleh public. Karena itu kepada seluruh instansi hukum terkait, segera usut hal itu, bila terbukti ada KKN, segera tangkap Renova Siahaan dan jaringannya,” tegasnya. kornel

Tinggalkan Balasan