Kelurahan Larangan: Aksi Pemuda Sambut Ramadhan

oleh -194 views
TANGERANG, HR – Daripada bakar petasan, nongkrong, yang akhirnya bisa picu keributan dan tawuran. Lebih baik isi waktu luang dengan kegiatan positif. Seperti dengan Hadroh dan/atau Maghrib Mengaji dan Belajar.
“Adem dengernya, apalagi jelang maghrib dan subuh. Kalau bisa hadrohnya sambil keliling dan untuk bangunin sahur juga,” seru Wakil Walikota Tangerang, H Sachrudin saat menutup acara Festival Hadroh dan Pembukaan Bazar Usaha Kecil Menengah dalam rangka menyambut bulan Ramadhan di Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Tangerang, Sabtu (4/6).
Wakil Walikota menuturkan seni hadroh meskipun bukan budaya asli Kota Tangerang, setidaknya telah menjadi bagian dari identitas serta tradisi masyarakat Kota Tangerang yang mayoritas umat Islam. Dirinya sangat mengapresiasi keterlibatan para pemuda-pemudi yang terhimpun dalam Karang Taruna yang ada di lingkup Kecamatan Larangan.
Melalui festival ini, Wakil Walikota berharap mudah-mudahan para generasi muda semakin peduli dengan keberagaman budaya khususnya budaya Islami. Selain itu, para generasi muda di Kota Tangerang menjadi generasi yang senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Islam serta mengimplementasikannya dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota juga membuka kegiatan Bazar UKM yang akan berlangsung selama satu bulan.
Adapun laporan dari ketua panitia acara, menjelaskan, terdapat 25 tim Hadroh yang turut serta meramaikan Festival Hadroh yaitu dari Kecamatan Pinang, Larangan, Karang Tengah, Ciledug dan Cipondoh.
“Acara berjalan sukses karena berkat dukungan berbagai elemen. Mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), kelurahan, kecamatan, aparat kepolisian dan tentunya rekan-rekan Karang Taruna dan masyarakat di Kecamatan Larangan,” terangnya.
Kedepan, berupaya tak hanya menggelar Festival Hadroh. Nantinya ada rangkaian kegiatan positif lainnya selama bulan suci Ramadhan seperti Bazar UKM dan bagi para pemuda-pemudi.
Hadroh adalah sebuah musik yang bernafaskan Islami yaitu dengan melantukan Sholawat Nabi diiringi dengan alat tabuhan dengan alat tertentu, seperti rebana, tamborin. Kesenian ini berasal dari Kebudayaan Timur Tengah, lebih tepatnya dikenal dengan Marawis. andre e

Tinggalkan Balasan