Kecamatan Kemiri Menyimpan Misteri

oleh -298 views
TANGERANG, HR – Mengunjungi kecamatan Kemiri tanggal 16 September 2015. Ketika temui Kasi Pembangunan tidak ada di ruangan, bertemu sekcam kemir Haji Tibi M ketika dikonfirmasi Apakah Kasi pembangunan berada di ruangan? Sekcam mengatakan kasi pembangunan tidak ada.
Ketika menanyakan camat, Sekcam mengatakan camat tidak bisa digangu karena mau ada ibu bupati ujarnya. Namun, ketika HR keluar Sekcam telepon seseorang dengan nada “jangan ke kantor ada wartawan dan LSM” kata Sekcam.
Sekcam Kemiri sepertinya tidak mau menerima adanya media di sekitaran kecamatan. Ada apakah dengan Kemiri seperti menyimpan hal yang kurang nyaman. Dengan adanya hal demikian menutupi kecamatan Kemiri, dari sekcam hingga staf dan jajarannya menyimpan ketidak harmonisan pada tamu dan lingkungan masyarakat.
Ketikà Hr komfirmasi mengenai masalah gebrak pak kumis hanya di laksanakan di satu kampong, kp Selatif Desa Lontar kecamatan kemiri kabupatan Tangerang, menurut nara sumber yang dapat dipercaya bahwa gebrak pak kumis dilaku hanya di satu desa saja. Bukan berarti kampung dan desa lain tidak membutuhkan bedah rumah yang hampir setiap kecamatan lakukan.
Kemiri kecamatan yang melakukan bedah rumah dari 80 titik. Entah kenapa dilakukan hanya di satu desa saja.” Saya tidak mempunyai wewenang kata camat kemiri, dalam hal ini yang lebih berwenang adalah Bapeda Menurut keterangan camat kemiri. Saya pun pernah bertanya pada Bapeda mengapa hanya satu desa saja yang disetujui dan diberikan gebrak pak kumis, sedangkan masyarakat saya masih banyak yang miskin ujar Rahyuni camat kemiri.
Saya pun menyakan pada Kabid Bapeda Jaenudin mengenai gebrak pak kumis. “Kepala desa mengajukan kepada kecamatan dan kecamatan mengajukan pada Bapeda. Jadi saya tidak ada wewenang untuk plot pengajuan.
Saya pun mengajukan perbaikan kecamatan kemiri namun belum juga di setujui. Maka saya pun menanyakan pada Kabid Jaenudin dan Kasi Erwin. Gebrak pak kumis hanya di kp Selatif Desa Lontar kecamatan Kemiri. ■ linda

Tinggalkan Balasan