Kapolres Melawi Kunjungi Peternakan Madu Kelulut Ratu Madu Borneo

MELAWI, HR — Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla., mengunjungi peternakan madu Trigona atau madu kelulut “Ratu Madu Borneo” di Desa Tanjung Lay Km 5, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Minggu (18/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Melawi AKP Pipit Supriyatna, S.H.

Pada kesempatan itu, Kapolres Melawi merasakan langsung pengalaman memanen madu kelulut, mulai dari proses penyedotan madu dari log sarang hingga mencicipi madu kelulut yang dihasilkan secara alami.

AKBP Harris Batara Simbolon mengapresiasi upaya mandiri masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan madu kelulut. Ia menegaskan komitmen Polres Melawi untuk mendukung pemanfaatan madu kelulut, khususnya bagi kesehatan personel kepolisian.

“Kami akan bekerja sama untuk mengonsumsi madu kelulut bagi anggota dan pejabat utama Polres Melawi sebagai upaya meningkatkan kesehatan. Selain itu, kami juga siap membantu pemasaran madu kelulut melalui Koperasi Polres Melawi,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, Polres Melawi terbuka untuk membantu pemasaran apabila produksi madu kelulut terus meningkat.

“Jika nanti hasil panen semakin banyak, kami siap menyalurkannya agar anggota Polres Melawi dapat mengonsumsi madu kelulut secara rutin,” tambahnya.

Pemilik peternakan Ratu Madu Borneo, H. Edward Ruslan Gea yang akrab disapa H. Edu, menjelaskan bahwa usaha ternak madu kelulut telah ia rintis sejak tahun 2021. Usaha tersebut bermula dari kebutuhan pribadi untuk pengobatan.

“Awalnya saya hanya mengonsumsi madu kelulut untuk pengobatan sendiri. Namun saya melihat potensi besar untuk dikembangkan. Saat ini jumlah log sarang kelulut yang kami miliki sudah mencapai sekitar 200 log,” jelas H. Edu.

Ia juga membagikan pengalaman pribadi terkait manfaat madu kelulut bagi kesehatannya, terutama saat menderita penyakit diabetes.

“Saat kondisi saya parah, saya mengonsumsi madu kelulut tiga kali sehari, masing-masing dua sendok makan. Dalam waktu sekitar satu minggu, kondisi kesehatan saya mulai pulih dan penglihatan saya membaik,” ungkapnya.

Saat ini, peternakan Ratu Madu Borneo membudidayakan empat jenis lebah kelulut, yakni Thoracica, Itama, Apicalis, dan Caniforn. Panen madu dilakukan setiap satu bulan sekali secara bergantian antar log sarang dengan hasil yang cukup menjanjikan.

Tidak hanya diminati konsumen lokal, madu kelulut Ratu Madu Borneo juga telah menembus pasar internasional, seperti Australia, Swedia, dan Belgia. Sementara di dalam negeri, pemasarannya telah menjangkau Pulau Jawa dan wilayah Kabupaten Melawi.

H. Edu menambahkan, perawatan lebah madu kelulut tergolong mudah dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Selain madu, bee pollen atau serbuk sari bunga juga memiliki nilai ekonomi.

“Kelulut mencari makanannya sendiri dari bunga-bunga di sekitar lingkungan. Kami berharap potensi ini dapat dikembangkan bersama-sama,” ujarnya.

Kunjungan Kapolres Melawi disambut hangat oleh H. Edu dan istrinya, Hj. Sakyah. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

“Kunjungan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan berdialog dan dukungan terhadap usaha yang sedang kami tekuni,” pungkas H. Edu. tsm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *