Kanim Jakbar Bantah Ada 400 Masuk TKA di Jakarta

oleh -199 views
JAKARTA, HR – Kanim Kelas I Khusus Jakarta Barat (Jakbar) Bantah adanya 400 orang Warga Negara (WNA) negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai tenaga kerja ilegal tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Sabtu (01/10/16).
Syamsul Sitorus (baju hitam)
saat berada di gudang Franky.
Hal itu dikatakan Humas Kanwil Kemenkumhan DKI Jakarta kepada pers yang sampaikan lewat group WhatsApp Info Kanwil Kemkumham DKI Jakarta.
Sesuai laporan investigasi yang telah di laksanakan oleh Kanim Jakbar yang dilakukan tim investigasi pimpinan Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Orang Asing Kantor Imigrasi (Kabid Wasdakim) Jakbar Syamsul Efendi Sitorus, SH langsung melakukan investigasi dan melakukan wawancara kepada sejumlah warga dan petugas yang berwenang di Pelabuhan ternyata informasi itu tidak benar adanya.
Kabid Wasdakim Syamsul Efendi Sitorus mengkonfirmasi Kasat intel Polres Pelabuhan Dody dan WaKa Intel Trisno mengatakan bahwa informasi adanya 400 orang WNA CHINA dibantah, katanya. Demikian juga Franky yang gudangnya dipergunakan sebagai sarana menyembunyikan orang asing itu menyanggah.
Kabid Wasdakim Syamsul Efendi Sitorus yang dihubungi HRonline lewat HandPhon tadi pagi membenarkan informasi dari Humas. “ya, ya, benar itu, tidak ada orang asing yang masuk melalui Pelabuhan Sunda Kelapa. Saya sudah konfirmasi semua instansi terkait. Termasuk Kasat Intel pak Dody dan wakasat pak Trisna. Mereka membantah informasi itu. Bahkan pak Frenky yang dituding menyimpan digudangnya orang asing itu mempersilahkan kita memeriksa gudangnya dan bahkan CCTV yang ada disitu kita periksa dan tak menemukan adanya kegiatan itu,” katanya.
Efendi juga mengatakan menemui Haryanto petugas KPLP yang bertugas malam hingga siangnya. “Saya sampai ngga kuliah gara-gara informasi itu. Diperjalanan saya di telp Ibu Fauziah, terpaksa saya putar haluan dan langsung menjemput staf dan keamanan untuk melakukan investigasi, selain kasat Intel saya juga menemui pak Haryanto dari petugas KPLP,” tambahnya.
Sebelumnya Kabid Lantaskim Fauziah mendapatkan informasi dari Facebook yang mengatakan ada 400 orang Warga Negara cina dengan menggunakan kapal laut sandar di pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara dan orang-orang itu di masukkan ke gudang milik Fanky. Informasi itu lalu ditindaklanjuti dan ternyata tidak benar. thomson g


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan