Kajari Pimpin Upacara Renungan Suci

Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang
SINTANG, HR – Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Riono Budi Santoso, memimpin apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang, Senin (17/8), tepat pukul 00.00 WIB. Apel ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-70 Republik Indonesia.
“Kami yang hadir untuk mengenang arwah dan jasa pahlawan nusa bangsa yang telah bersemayam di makam ini,” ujar Kajari Sintang Riono Budi Santoso saat membacakan apel kehormatan dan renungan suci, di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang.
Kajari Sintang Riono Budi Santoso selaku Inspektur Upacara memberikan penghormatan kepada 73 pahlawan yang bersemayam di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang.
Kajari Sintang dan peserta upacara lainnya juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan tidak dikenal di Bumi Senentang. Dia mendoakan agar para pahlawan ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi Tuhan.
“Perjuangan saudara adalah perjuangan kami, jalan kalian juga adalah jalan kami. Semoga arwah saudara diterima Tuhan di tempat sebaik-baiknya,” ucap Kajari Sintang Riono Budi Santoso.
Upacara ini juga dihadiri Kepala SKPD, anggota TNI, Polri, Pramuka dan anggota LVRI Kabupaten Sintang. Selain pembacaan apel kehormatan dan renungan suci, dilakukan pula prosesi penyalaan obor dan mengheningkan cipta. Upacara dilaksanakan selama sekitar 15 menit dalam keadaan tenang, syahdu dan sunyi di tengah-tengah area TMP.
Berdasarkan data yang ada di TMP Syuhada Pertiwi terdapat 73 makam pahlawan. Dari sisi agama terdapat 8 orang beragama Katolik, 1 beragama Kristen Protestan, 1 orang animisme dan 63 orang beragama Islam. Dari sisi profesi ada 63 orang merupakan prajurit TNI, 2 orang bekerja sebagai PNS dan 8 orang merupakan masyarakat biasa.
Pdt. Henri Luther dalam doanya ditengah kesunyian dan keheningan malam tersebut menyampaikan rasa syukurnya karena bisa merayakan hari kemerdekaan. Perjuangan para pejuang tanpa pamrih demi kemerdekaan. Tuhan akan mengampuni dan menempatkan mereka pada tempat yang selayaknya. “dan para pemimpin umat bisa membimbing masyarakat secara rohani supaya bangsa indonesia aman dan tenteram” doa Pdt. Henri Luther. ■ ms

Tinggalkan Balasan