Gubernur Bengkulu Programkan 20 Ribu Implan

BENGKULU, HR – Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, 13 April 2014 lalu menghadiri acara rakerda kependudukan keluarga berencana di Aula BKKBN Bengkulu. Gubenur menyampaikan komitmennya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Bengkulu. Salah satu program yang dilakukan adalah penggunaan alat kontrasepsi berupa implan.
Tahun depan, dikatakan Gubernur akan mengalokasikan dana APBD Provinsi Bengkulu untuk pemasangan 20 ribu implan kepada ibu subur di Provinsi Bengkulu.
“Tahun lalu kita targetkan 10 ribu pemasangan implan secara gratis, namun hasilnya jauh melampaui target itu karena jumlah keseluruhan yang terpasang lebih dari 14 ribu. Program kita ini berjalan baik berkat kerjasama Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan BKKBN Perwakilan Bengkulu,” kata Junaidi.
Selain itu, diungkapkan gubenur bahwa pertumbuhan kelahiran Bengkulu masih tinggi sebesar 1,67 persen dibandingkan kelahiran nasional yang hanya 1,4 persen.
“Pemberikan kontrasepsi untuk mengatur jumlah anak ini sangat penting, karena kita ingin gerenasi kita orang yang berkualitas, sehat, tumbuh besar dan menjadi asset,” katanya.
Di samping itu di Bengkulu masih ditemukan anak gizi buruk hal itu yang menjadi tanda tanya besar kenapa hal itu masih terjadi. “Itu dikarenakan ibunya pemalas, karena untuk menghindari gizi buruk tidak mesti makan daging dan ikan terus, tapi dengan tahu tempe saja cukup,”paparnya. Setelah usai penyampaiannya Gubenur Junaidi Hamsyah melakuakn pemukulan dol tanda diresmikan pembukaan program kependudukan keluarga berencana, dilanjutkan pemotongan pita di dampingi jajaran Korem 041 Gamas, Dra sri martiningsih MS , Dra Maryana MM.
Kapusdiklat dan Pengembangan BKKBN pusat, Dra SriMartiningsih MS mengungkapkan bahwa pembangunan kependudkan dan KB harus ditingkatkan. Ia menilai Bengkulu sangat komitmen dan menunjukkan hasil yang luar biasa.
“Tahun ini adalah tahun yang sangat menentukan, karena awal dari RPJMN. Rata-rata jumlah anak yang dimiliki oleh wanita subur di Bengkulu sudah berada di posisi 2,2 persen. Ini bagus, tapi penggarapan untuk remaja mesti lebih ditingkatkan. Selain itu kabupaten juga harus diperhatikan apakah usia produktif atau tidak,” katanya.
Sri pun mengapresiasi keterlibatan berbagai komponen seperti Korem 041 Gamas Bengkulu yang sudah melakukan penataran keliling KB melibatkan Babinsa yang tersebar se Provinsi Bengkulu. ■ jlg

Tinggalkan Balasan