Golkar Tunggu Juklak

Makmur HAPK 
BERAU HR – Kisruh internal Partai Golkar secara tidak langsung ikut menghambat perputaran roda organisasi partai berlambang pohon beringin itu di tingkat kabupaten/kota. Termasuk di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Berau.
Pasalnya, menurut Ketua DPD Golkar Berau Makmur HAPK, masa kepengurusannya di Golkar Berau telah habis seiring pelaksanaan musyawarah nasional (munas) Golkar, beberapa waktu lalu. “Memang rata-rata kita harus musyawarah. Cuma berjenjang. Pusat ke provinsi baru ke kabupaten,” katanya saat ditemui di Sekretariat DPRD Berau, pekan lalu.
Tetapi, dia tidak ingin mengaitkan kisruh di kalangan elite Golkar tersebut dengan pelaksanaan pilkada di daerah. “Kita tetap berpegang pada mekanisme partai,” katanya.
Dijelaskannya, memang persoalan di kepengurusan pusat juga berimbas pada kepengurusan di daerah, yang belum bisa melaksanakan musyawarah untuk membentuk kepengurusan selanjutnya. “Sebenarnya sudah harus mulai. Tetapi kita tunggu dulu juklaknya (petunjuk pelaksana) dari pusat,” terangnya.
Dijelaskannya, saat ini, kepengurusan Golkar kembali mengacu pada hasil Munas Riau tahun 2009. “Kondisi kita di daerah, kita diminta untuk menahan diri, kita tunggu semuanya dari pusat. Jadi tidak pecah-pecah,” jelasnya.
Pihaknya juga tidak ingin menyatakan dukungan ke kubu Golkar versi munas Bali yang kembali dipimpin Aburizal Bakrie atau mendukung kubu Golkar versi Munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono. “Ini bukan soal dukung-mendukung, yang kita butuhkan legalitas kepengurusan partai itu sendiri,” ujar Makmur.
Untuk itu, pihaknya akan menjalankan mekanisme partai setelah terakomodasi pada penetapan pemerintah. “Jadi sekarang yang kita butuhkan, sah atau tidaknya satu kepengurusan di DPP,” katanya. Selanjutnya, kepengurusan di provinsi dan kabupaten/kota akan mengikuti mekanisme partai yang ditetapkan DPP yang mendapat penetapan pemerintah.
“Apakah nanti ditunjuk Plt (pelaksana tugas) atau apapun bentuknya. Seperti saya, memang sudah habis, tetapi sementara ini tetap menjaga kebersamaan. Jadi tidak ada hal-hal yang membuat partai itu terpecah belah. Justru harus kita jaga dengan baik,” ungkap Makmur.
Dia juga berharap persoalan Golkar di pusat bisa cepat berakhir, dan kepengurusan di daerah tidak terkena dampak dualisme yang terjadi di pusat. “Kepada teman-teman di pusat, segera selesaikanlah,” katanya. ■ awh

Tinggalkan Balasan