Festival Lenong, Seni Theater Budaya Betawi

TANGERANG, HR – Lenong Betawi merupakan satu aset budaya bangsa yang tumbuh dan berkembang di tanah Betawi. Pada tanggal 14-15 November 2015, Lembaga Kebudayaan Betawi Tangerang Selatan (LKBTS) menggelar festival Lenong Betawi di Jalan H Sarmili RT 04/02 Kelurahan Jurang Mangu Timur, kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Festival lenong Budaya Betawi.
Bentuk kegiatan mulai dari karnaval Lenong Betawi (seluruh peserta karnaval berbusana Betawi) yang menjadi pembuka pagelaran festival Lenong Betawi. Festival Lenong Betawi 2015 ini diramaikan dengan bazar kuliner makanan khas Betawi seperti kerak telor se-Kota Tangerang Selatan.
Menurut Ketua RT 04/02 Abdul Karim HS, bahwa untuk pagelaran festival Lenong ini melibatkan 7 kecamatan se–kota Tangsel. Karena untuk peserta festival Lenong ini berjumlah 16 peserta mewakili kecamatan. Acara ini dalam persiapannya hanya dua (2) bulan.
Tujuan dari kegiatan ini agar dapat menjadikan festival Lenong Betawi sebagai tradisi tahunan bagi warga masyarakat Betawi Kota Tangerang Selatan, khususnya masyarakat Betawi di kecamatan Pondok Aren. “Serta sebagai sarana pengenalan seni peran/ theater Betawi dan menjaga kearifan budaya local,” ungkapnya kepada HR.
Ditambahkan lagi, pagelaran festival Lenong Betawi ini menampilkan sejumlah seniman Betawi dan masyarakat Betawi yang ikut memeriahkan kegiatan ini, baik seniman Betawi maupun seniman modern. “Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka menyabut Hari Jadi Kota Tangerang Selatan yang ke–7,” kata ketua pelaksana Abdul Karim HS.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, festival ini diisi dengan kuliner khas Betawi bekerjasama dengan Indonesia Cheif Asosiasi (ICA) juga jalan santai yang akan diikuti sekitar 5.000 peserta menempuh sekitar 2 kilometer. “Kegiatan dipusatkan di lapangan kelurahan Jurang Mangu Timur, kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel,” ujar Karim, saat ditemui di lokasi.
Penggiat seni Ahmad Fahmi berharap penyelenggaraan festival Lenong Betawi nantinya akan mendorong instansi terkait adanya peraturan daerah (Perda) untuk pelestarian kebudayaan Betawi yang ada di Kota Tangsel.
“Sebetulnya selama ini, secara tidak langsung masyarakat sudah melakukan pelestarian budaya Betawi, seperti palang pintu untuk menyambut tamu kehormatan sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan. Tapi kita belum punya dasarnya, karena sekarang belum ada Perda-nya. Kalau sudah ada Perda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi, tentunya akan memantapkan keberadaan budaya Betawi sebagai tuan rumah di Kota Tangsel,” tegas Fahmi.
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Jurang Mangu Timur Hendra mengatakan, menyambut baik dan mendukung rencana festival Lenong Betawi yang akan digelar selama dua hari.
Hal ini sebagai wujud apresiasi dan rasa tanggung jawab para seniman Betawi yang ada di wilayahnya, untuk menggagas agar kegiatan ini nantinya mendorong pemerintah bahwa kebudayaan Betawi bisa dijadikan icon di Kota Tangsel, selain menyambut hari jadi Kota Tangsel. andre e

Tinggalkan Balasan