Disdik Purwakarta Tegaskan Pengawasan Ketat Proyek Revitalisasi Rp1,4 Miliar SMPN 2 Bungursari

PURWAKARTA, HR – Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMPN 2 Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat, senilai Rp1.400.015.000 dari APBN Tahun Anggaran 2025, mendapat sorotan publik. Kekhawatiran muncul karena pengawasan teknis dinilai minim, setelah Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) menyebut kunjungan pengawas “jarang-jarang”.

Proyek swakelola yang dijalankan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) ini berlangsung selama 150 hari kalender, dari 27 Juli hingga 23 Desember 2025.

Mekanisme Swakelola dan Pengawasan Multipihak

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta, Arif, menegaskan bahwa mekanisme pengawasan dan jaminan kualitas sudah diatur melalui sistem swakelola yang melibatkan berbagai pihak.

“Secara teknis, Tim P2SP bersama Tim Teknis melakukan pengawasan dan pengendalian pekerjaan secara rutin agar semua kegiatan sesuai ketentuan dan dokumen perencanaan,” jelas Arif melalui pesan WhatsApp.

Tim Teknis ditunjuk langsung oleh sekolah melalui Surat Keputusan dan terdiri dari unsur masyarakat, perguruan tinggi, atau dinas pekerjaan umum yang berpengalaman dalam pengawasan pembangunan, arsitektur, sipil, dan pendidikan bangunan.

Tim ini membantu pengawasan teknis dan administrasi, memeriksa kualitas serta kuantitas pekerjaan, dan menyusun laporan berkala.

Disdik Purwakarta juga memastikan adanya monitoring independen untuk menjaga kualitas bangunan dan akuntabilitas dana APBN. Tim kerja khusus dibentuk untuk menyosialisasikan program, berkoordinasi dengan BBPMP/BPMP, melakukan pendampingan, serta menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) Aset.

Perguruan tinggi juga terlibat dengan menugaskan fasilitator pendamping teknis di lapangan. Tim P2SP dan Tim Teknis berkoordinasi dengan fasilitator tersebut untuk menjaga mutu pekerjaan.

Arif menegaskan, pelaporan progres pekerjaan dilakukan secara rutin dan menjadi bahan evaluasi. “Sampai saat ini tidak ada laporan khusus mengenai temuan di lapangan,” ujarnya.

Disdik memastikan seluruh pekerjaan mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi material yang telah ditetapkan.

Program revitalisasi ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa SMPN 2 Bungursari, dengan tetap menjunjung akuntabilitas dan kualitas konstruksi melalui mekanisme swakelola yang transparan dan terstruktur. ids

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *