Dipolisikan, Guru Honorer Balik Melapor ke Polres Ciamis

oleh -286 views
CIAMIS, HR – Lantaran mendapat perlakuan tidak adil, guru honorer SDN 1 Pamarican, Baehaki Efendi (29) melaporkan kejadian kecelakaan yang menimpa anaknya, Mahasena Putra (5) yang diduga menjadi korban terserempat motor Yamaha R25 250 CC dengan pengendara murid MTsN Pamarican kelas 7, Zaki yang juga anak guru MAN Sukajadi Pamarican.
Baehaki Kepada HR menerangkan, saat olah TKP oleh satuan Unit Lakalantas Polres Ciamis di halaman SDN 1 Pamarican di Jalan pahlawan Pamarican, Ciamis, ia melaporkan kejadian laka lantas Rabu (6/5) ke Mako Polres Ciamis atas arahan Unit Lantas Banjarsari, karena merasa terancam dan telah dilaporkan ke polisi atas tuduhan tindak kekerasan.
Kronologi berawal ketika anaknya yang pulang dari PAUD hendak menemui ibunya yang sedang mengajar di SDN tersebut. Sesaat bergeromol dengan temannya murid SD yang sedang istirahat jam pelajaran, kemudian Mahasena Putra terkapar di jalan terserempet Yamaha R25 yang dikendarai Zaki, secara spontan Baehaki berteriak agar pengendara yang tidak berhelem berhenti lantaran takut tabrak lari sambil mengejar, sekitar 40 meteran jarak dari korban motor berhenti.
Diakuinya, lantaran dianggap ugal-ugalan, Zaki ditempeleng sekali, kemudian bersama kendaraannya diamankan ke halaman SDN 1 Pamarican. Dari situ, orang tua Zaki datang dan ia memohon maaf, saling islah tanpa ada saling menuntut.
”Tapi, kejadiannya berbalik, Zaki menuntut saya bertanggung jawab atas penganiayaan anak dibawah umur,” ujarnya dan melanjutkan proses islah dilaksanakan sampai 3 kali (di SDN1 Pamarican, Polsek Pamarican, dan rumah Zaki).
Sempat pula ia ditelpon Mn yang konon bekerja di Kanwil Kemenag Provinsi dengan ancaman akan langsung dilaporkan ke polres dan harus bertanggung jawab membiaya pengobatan dengan tekanan agar dipecat guru honorernya oleh Kadisdik Ciamis.
Bahkan sempat pula rumahnya disantroni pemuda dari pihak Zaki untuk datang ke rumah Zaki. Baehaki sempat meminta perlindungan Polsek Pamarican karena beredar isu Zaki dipukuli guru olahraga hingga babak belur dan dua giginya nyaris copot.
Anak semata wayangnya telah mendapat tindakan medis dari Puskesmas Pamarican dan dinyatakan mengalami trauma oleh tim dokter RSUD Kota Banjar.
Kepala SDN 1 Pamarican, Mahyudin menerangkan pihaknya telah melakukan pencegahan kecelakaan lalulintas dengan rambu-rambu dan polisi tidur dari karet ban dan setelah bertahun-tahun baru kali ini ada anak terserempet sepeda motor.
Saksi mata, Aep Saepudin mengatakan, ia melihat hanya sekali saja Baehaki menampar dan itu dinilainya cukup manusiawi. Tindakan spontanitas terdorong situasi. ”Ayah mana yang tidak emoisi saat anak kandungnya tertabrak kendaraan dan si pelaku akan melarikan diri,” terangnya.
Kepala Sekolah MTsN Pamarican, Aep Saepuloh menerangkan bahwa dirinya tidak tahu kejadiannya. Ia mengetahui setelah dikabari sesama guru. ”Keluarga pihak Zaki tidak menerima perilaku mas Baehaki,” pungkas Aep. ■ abraham/dm

Tinggalkan Balasan