Diduga Fiktif, Anggaran Pemeliharaan Sudin Pertamanan Dipertanyakan?

oleh -259 views
JAKARTA, HR – Tahun 2013 yang lalu, Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Administrasi Jakarta Utara mengucurkan anggaran yang tidak sedikit untuk program pemeliharaan taman dan jalur hijau yang ada di wilayah kota administrasi Jakarta Utara.
Diantaranya, pemeliharaan sewaktu-waktu jalur hijau senilai Rp 900 juta dan pemeliharaan sewaktu-waktu taman senilai Rp 900 juta. Disamping itu, masih ada lagi pemeliharaan-pemeliharaan yang lain.
Dari beberapa kegiatan tersebut, ada anggaran yang patut diduga telah terjadi tumpang tindih, bahkan diduga fiktif. Patut diduga tumpang tindih adalah program pemeliharaan jalur hijau (JH) Jalan Yos Sudarso sisi barat, jalur hijau Jalan Sulawesi, dan jalur hijau Jalan Enggano dengan biaya Rp 253,5 juta (April-Juni 2013). Namun di program kegiatan lain muncul lagi nama program penataan jalur hijau Jalan Enggano dengan nilai Rp 75 juta (April-Juni 2013).
Patut diduga fiktif adalah program kegiatan peningkatan taman Volker Karapan Sapi (Januari-Des 2013) dengan Nilai Rp 282,7juta, karena menurut warga yang bertempat tinggal di sekitar Taman Volker, mereka tidak pernah melihat adanya perbaikan atau pengerjaan taman di lokasi yang dimaksud.
Seperti yang dituturkan Syafei (42) kepada HR di lokasi, “saya tidak pernah melihat ada orang yang kerjain taman disini,” kata Syafei yang mengaku sudah 25 tahun tinggal di daerah itu.
Pernyataan Syafei sangat beralasan karena pria yang mengaku sebagai perantauan dari Madura itu memanfaatkan lahan taman sebagai tempat usaha barang rongsokan yang sudah digelutinya sejak puluhan tahun lalu. Maka kuat dugaan, anggaran tersebut tidak terserap alias fiktif.
Selain itu, ada lagi program kegiatan peningkatan jalur hijau Jalan RE Martadinata s/d Depan Taman BMW dengan Nilai Rp 100 juta. Anggaran ini patut diduga fiktif dengan alasan jalur hijau Jalan RE Martadinata yang dimaksud adalah trotoar yang tidak mungkin ditanami tumbuhan.
Menurut salah seorang warga yang berjualan di depan taman BMW, bahwa di tempat tersebut juga tidak pernah ada kegiatan peningkatan jalur hijau, hanya pernah ditanami pohon berukuran tinggi 1 meter kurang lebih 15 batang.
Ketika hal ini dipertanyakan kepada Agustina selaku Kasie Jalur Hijau di Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara melalui pesan singkat, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan. Hal ini patut dipertanyakan kepada Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Utara selaku pemeriksa internal pemerintah kota. ■ man

Tinggalkan Balasan