Diduga Asal Jadi, Atap Gedung Geopark Toba Hancur Diterjang Angin

oleh -285 views
SAMOSIR, HR – Gedung Megah Geopark Toba Hancur Diterjang Angin yang kencang pada Jumat malam (24/6/16). Atap Gedung Megah Informasi Geopark Toba yang dibangun tahun 2014 lalu berlokasi di Sigulatti Sianjur Mula Mula oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Samosir dengan pagu berkisar Rp 2,5 miliar, hancur terhembus angin. Bangunan yang tergolong megah itu kini telihat menganga di tengah gunung pusuk buhit.
Gedung Geopark yang dibangun tahun 2014 
di badan Gunung Pusuk Buhit 
tepatnya di Sigulatti hancur diterpa 
angin karena diduga dikerjakan asal jadi.
Sejumlah warga menilai bahwa pada saat pelaksanaan pembangunan gedung Geopark diduga tidak sesuai kontruksi, sehingga diragukan kekuatannya. Padahal, sudah pasti perencanaan bangunan tersebut sudah dipersiapkan harus tahan angin kencang.
Diduga spesifikasi dalam pembangunan itu tidak sesuai dengan perencanaan. Seperti yang dikatakan masyarakat, bahwa baja ringan dari puing-puing reruntuhan atap gedung itu sangat tipis dan mudah bengkok seperti rapuh.
Warga masyarakat Samosir berharap kepada aparat penegak hukum sigap bertindak untuk melakukan penyelidikan, karena dalam hal ini anggaran pembangunan gedung tersebut sudah jelas menggunakan uang rakyat yang tidak sedikit nilainya.
Gedung Pusat Informasi Kaldera Toba
yang dibangun dengan uang rakyat
senilai Rp 2,3 miliar hancur ditiup angin.
Penegak hukum Kajari Pangururan, Kejatisu supaya memeriksa pihak rekanan, PPK, PPTK, konsultan perencana, pengawas, dan tim PHO dari Dinas terkait. Kejadian ini harus berujung di pengadilan dan jangan sampai kasus ini dibekukan hanya karena disuap oleh oknum tertentu.
Hasil pantauan HR di lokasi, persisnya di dekat gedung Geopark, ada juga beberapa bangunan yang usianya sudah puluhan tahun lamanya, namun tetap kokoh walaupun bangunan tersebut diterpa angin yang begitu dahsyat.
Hancurnya atap bangunan gedung Geopark menarik perhatian masyarakat, warga pun terlihat berdatangan untuk melihat langsung kondisi bangunan yang rusak berat.
Sekdis Parsenibud kab Samosir Amon Sormin saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (30-06-2016), mengatakan, bahwa atap gedung Geopark yang telah dihancur akibat angin kencang. Sormin sangat menyesali konsultan perencana yang membuat bangunan atap gedung dengan sistim baja ringan, karena baja ringan di wilayah Samosir tidak mampu menahan angin. Sebab angin di wilayah Samosir sangat kencang jika pertengahan tahun. Kasus ini sudah disampaikan ke Menteri Pariwisata RI. man

Tinggalkan Balasan