Cegah Prostitusi, Polres Subang Periksa HP Siswa

SUBANG, HR – Upaya pencegahan prostitusi di kalangan pelajar dilakukan aparat kepolisian di Subang. Mereka menyambangi sekolah dan melakukan pemeriksaan handphone siswa.
Hal itu dilakukan jajaran Polres Subang saat medatangi SMA PGRI 1 Subang, di Jl. Otto Iskandar Dinata, Rabu (13/5). Dari pantauan, sebelum masuk kelas, sekitar 1400 siswa menggelar upacara pagi. Pada momen itu, jajaran kepolisian dari Satuan Bimbingan Masyarakat (Binmas) menyampaikan sejumlah himbauan kepada siswa, seperti bahaya narkoba, geng motor dan prostitusi online.
Selepas memberi penyuluhan, belasan aparat kepolisian yang dipimpin Kasat Binmas Polres Subang AKP Sarjono melakukan pemeriksaan satu persatu hp milik siswa sebelum pelajar ini masuk kelas dengan sasaran foto, video dan pesan singkat yang mengarah aksi prostitusi.
Target dari pemeriksaan telpon genggam itu, untuk mencegah terjadinya transaksi prostitusi di kalangan pelajar. “Dengan maraknya pornograpi dan prostitusi online, hari ini kita lakukan penyuluhan dan pembinaan dengan melakukan pengecekan HP siswa, tujuannya pencegahan saja. Agar siswa waspada dalam menggunakan hp, di era globalisasi,” kata Sarjono kepada HR, Rabu (13/5).
Kegiatan ini, kata Sarjono, tidak hanya dilakukan di SMA PGRI 1, tapi di sekolah lain secara marathon dan random. Dari hasil pemeriksaan HP, di SMA PGR 1, pihak kepolisian tidak mendapatkan tindakan yang mengarah kepada aksi prostitusi.
“Kita cek file foto, video dan pesan yang mengarah ke prostitusi. Dan alhamdulillah dari pemeriksaan di SMA PGRI 1 ini tidak ditemukan pelanggaran, baik pornograpi atau lainnya,” katanya.
Kepala SMA PGRI 1 Asep Kahlan Husein menyambut gembira upaya yang dilakukan pihak kepolisian. Ini, kata Asep, untuk pencegahan aksi-aksi yang mengarah kepada pelanggaran yang dilakukan anak didiknya.
“Semakin hari, semakin ngeri peredaran narkoba dan pergaulan bebas. Kita tidak halangi, membuka lebar kepada Polisi. Mudah-mudahan tindaan prepentif ini, mencegah atas perbuatan yang melanggar hukum,” jelasnya.
Lebih jauh, Asep menjelaskan setiap hari di sekolahnya menggelar doa bersama sebelum masuk kelas. Kegiatan sholat Dhuha pun menjadi keharusan bagi siswa SMA PGRI 1. Soal pakaianpun, menjadi perhatian pihak sekolah. Semua siswa harus mengenakan rok panjang dan tidak menggunakan kosmetik berlebihan. ■ herpan/wa manto

Tinggalkan Balasan