Bupati Majalengka Bahas Pengembangan BUMDes

MAJALENGKA, HR – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi menerima audiensi Bupati Majalengka, Karna Sobahi di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (17/2).
Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Budi Arie mengatakan, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja memberikan keuntungan signifikan terhadap BUMDes, dengan diakuinya BUMDes sebagai badan hukum. Dengan begitu, BUMDes memiliki peluang besar dalam membangun kerjasama dengan berbagai pihak termasuk perbankan.

“(Undang-Undang) Omnibuslaw Cipta Kerja itu menguntungkan BUMDes. Harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia mengatakan, BUMDes yang telah melakukan aktivitas membutuhkan modal cukup besar. Ia melanjutkan, jika modal dari dana desa tidak mencukupi kebutuhan BUMDes, maka diperlukan kerjasama dengan pihak perbankan terkait penambahan permodalan.

“BUMDes kan butuh uang, butuh modal, nanti kita gandeng bank dan kita sambungkan dengan offtaker,” ujarnya.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi menerima audiensi Bupati Majalengka, Karna Sobahi di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (17/2).
Loading...

Sementara itu, Bupati Majalengka, DR. H. Karna Sobahi ,M. M. Pd mengungkapkan saat ini di Kabupaten Majalengka telah memiliki 280 BUMDes dari 330 desa yang ada.

Desa-desa di Kabupaten Majalengka memiliki potensi cukup signifikan di sektor pariwisata alam.

“Di Majalengka banyak potensi wisata, ada bendungan, curug dan persawahan. Obyek wisata kita alami semua. Kita arahnya agar desa wisata ini ke pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, menurut H. Karna Sobahi, di Desa Bayureja, Kecamatan Sindang, Majalengka, juga terdapat lahan perkebunan budidaya Sereh Wangi yang diciptakan oleh Kodim 0617/Majalengka yang bekerjasama dengan Pemkab Majalengka.

Pemberdayaan masyarakat di sana sangat luar biasa. Karena dari sereh wangi bisa diolah menjadi beberapa produk olahan, seperti minyak angin, wedang uwuh, pewangi ruangan, pewangi pakaian, hand sanitizer dan lainnya.

“Bahkan lahan yang tadinya tidak produktif menjadi produktif sehingga tercipta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan ke arah ke pariwisata,” ucapnya.

Bupati Majalengka menambahkan, untuk pengembangannya akan diadakan juga wisata edukasi peternakan. Bahkan, saat ini sudah dibuat taman bunga dan sirkuit untuk motor trail sehingga akan memberikan dampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat

Saat ini, Kabupaten Majalengka telah memiliki 280 BUMDes dari 330 Desa yang ada. Menurut Karna Sobahi, desa-desa di Kabupaten Majalengka memiliki potensi cukup signifikan di sector pariwisata alam.

“Di Majalengka banyak potensi wisata, ada bendungan, curug, persawahan. Objek wisata kita alami semua. Kita arahnya agar desa wisata ini ke pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. lintong situmorang

Tinggalkan Balasan