Batik 198 M Catat Rekor Ori, Camat Sukabumi: Langkah Strategis Kembangkan Desa Wisata

Batik 198 M Catat Rekor Ori, Camat Sukabumi: Langkah Strategis Kembangkan Desa Wisata.

SUKABUMI, HR Potensi pariwisata akan terus kami kembangkan, karena desa wisata merupakan agenda strategis dalam pemberdayaan masyarakat, selain melestarikan budaya, pariwisata bisa mendorong kemandirian ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Camat Sukabumi, Endang Suherman, saat menerima piagam dari Original Rekor Indonesia (ORI) setelah gabungan elemen masyarakat, stakeholder, komunitas peduli mencatatkan rekor membatik di Indonesia yakni  sepanjang 198 M yang dilakukan di Bojongduren Parungseah, Jumat (2/10/20).

Menurut Endang Suherman, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati hari batik nasional yang jatuh pada  2 Oktober 2020. “Kegiatan ini disambut masyarakat dengan antusias, karenanya kami akan terus dorong pemberdayaan desa wisata dengan konsep agrowisata dan pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan, ramah anak dan penguatan unsur eduwisata,” ungkapnya.

Beragam motif Kesukabumian tergambar di atas kain selendang putih, mulai dari motif Manggis, Penyu, Wijayakusuma, Manggis dan Garuda Ngupuk. Dalam waktu sekitar 2 jam lukisan batik beragam motif tergambar di kain panjang yang dibentangkan di area pesawahan yang memberi efek fanorama tersendiri.

Akhirnya Batik di atas selendang  dengan teknik cap, ceplok atau stempel diatas kain 198 meter tersebut berhasil mencatatkan rekor di Original Rekor Indonesia (ORI).

Camat Sukabumi menambahkan  kegitan ini merupakan upaya memberi nilai tambah pada lingkungan sekitar dari sisi daya tarik wisata. “Saya sangat mendukung upaya pemberdayaan Desa Parungseah sebagai desa agrowisata ramah lingkungan dengan penataan berkelanjutan,” jelasnya Camat.

Konsep Agro Eduwisata di Parungseah, katanya lebih lanjut, akan terus dikembangkan. “Saat ini Desa Parungseah sudah memenuhi prasyarat kelayakan dan dayatarik objek wisata seperti atraksi, aksesibilitas dan amenities (fasilitas) atau amenitas,” sebutnya.

Loading...

“Selain tiga hal tadi, instrumen pendukung desa wisata lainnya adalah sektor ekonomi melalui UKM, dan home industri yang bisa dilakukan oleh masyarakat,” pungkas Camat Sukabumi dengan antusias. ida

Tinggalkan Balasan