Baru Dua tahun Jembatan Cinta dan Taman Interaktif Pulau Tidung Rusak

oleh -519 views
oleh

JAKARTA, HR – Diduga tidak sesuai dengan Spek dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemeliharaan Jembatan Cinta dan Taman Interaktif yang berada di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, sudah mengalami kerusakan pada proyek tersebut.

Pemeliharaan Revitalisasi Jembatan Cinta, Kabupaten Kepulauan Seribu bersumber dari dana Anggaran Perbelanjaan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 dan 2023, dengan nilai anggaran Rp. 19 Milliar. Konsultan Perencana oleh PT Alfriz Auliatama. dan Taman Interaktif Pulau Tidung, dibangun dari dana APBD tahun 2022, dengan nilai anggaran Rp. 2.854.538.431.82, yang dikerjakan oleh CV Bermuara Abadi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unit Kerja Teknik (UKT) 2, Wibih Abdi saat dikonfirmasi media melalui ponselnya sudah tidak aktip lagi, begitu juga dengan no WhatsApp Bupati Junaidi, sudah terhubung dan enggan membalas jawaban konfirmasi media, sampai saat ini no WhatsApp wartawan di Blok oleh Junaidi, Jumat (27/06/24).

Jembatan Cinta icon kepulauan seribu, yang sudah rusak.
Jembatan Cinta icon kepulauan seribu, yang sudah rusak.

Menurut keterangan sumber HR, bahwa kedekatan Bupati Kepulauan Seribu Junaidi dan Kepala PPK UKT 2 Wibih Abdi, adalah “Golden Boy” atau orang dekat Bupati Junaidi, kemanapun Junaidi pergi selalu diikuti Wibih Abdi.

“Sudah banyak PNS Kepulauan Seribu disini, bahwa antara Kepala PPK UKT 2 adalah “Golden Boy” Bupati Junaidi,” ungkap sumber HR yang tidak ingin namanya ditayangkan.

Pemberitaan Online HR sebelumnya, ambruknya atap Jembatan Cinta diakibatkan Angin Puting Beliung, termasuk Bupati Pulau Seribu mengatakan seperti itu.

Wawancara HR kepada warga yang tinggal di Pulau Tidung, membenarkan bahwa beberapa waktu lalu terjadi angin kencang, sekitar jam 2 malam.

Lantai baru alam Jembatan Cinta dan Kawat pelindung banyak yang rusak (Bolong).
Lantai batu alam Jembatan Cinta dan Kawat pelindung banyak yang rusak (Bolong).

“Bahkan siang harinya juga masih ada angin Puting Beliung,” tutur pemilik warung yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (20/06/24).

Pantauan HR juga ditemukan beberapa i’tem kualitas pekerjaan yang kurang rapi di proyek Jembatan Cinta, terlihat las-lasan hanya menempel tidak rata, hanya sebagian aluminium saja.

1. Tack welding pada setiap sambungan Handrailing (Tidak semua sambungan di las).
2. Penjepit pagar mesh aluminium menggunakan lis aluminium dan lis plat stenlis steel. Ada 2 sistem pengerjaan di las dan di baut rufing.
3. Finishing saluran kurang maksimal.
4. Ada beberapa tiang Handrailing yang masih berongga.
5. Ada beberapa angkur Handrailing tidak ada mur nya, (Lihat digambar).
6. Finishing sisi kanan kiri floordeck kurang maksimal.
7. Angkur base plate Handrailing diduga mengunakan baut stenlis dan baut besi black steel.

Pekerjaan proyek Taman Interaktif Pulau Tidung, sebagai tempat taman bermain anak dan lapangan olah raga, sebagian sudah ada yang terlihat rusak diantaranya. Membran sebagai pelapis lapangan sudah mulai terkelupas dari lantai lapangan.

Taman Interaktif di Pulau Tidung yang sudah mulai rusak.
Taman Interaktif di Pulau Tidung yang sudah mulai rusak.

Salah satu warga yang datang berwisata ke Pulau Tidung, Naura yang berasal dari Cikaret. Kecamatan Cibinong. Kabupaten Bogor, dia mengatakan, kalau melihat model bangunan Taman Interaktif lumayan bagus dari pandangan jarak jauh, tapi sayangnya kalau dilihat dekat sudah mulai tak terurus, terlebih lagi sudah ada bagian-bagian yang rusak.

“Kawat pengaman untuk lapangan olah raga, sudah pada putus (Jebol), lapangan olah raga sudah terkelupas, pintunya macet, bahkan Viber pengaman mainan anak aja sudah pada pecah, saya rasa ini kurang pengawasan,” kata Naura Kamis (20/06/24) beberapa waktu lalu.

Naura juga menjelaskan, sangat di sayangkan kalau pembangunan itu tidak ada pengawasan, karena untuk membangun ini tidak mungkin dengan duit sedikit. Atau mungkin Bupati Kepulauan Seribu jarang Sidak untuk melihat Taman Interaktif dan sarana olah raga ini.

“Anggaran untuk pembangunan ini pasti anggaran besar, tapi kalau ini baru berjalan 2 tahun sudah mulai rusak, apakah anggaran Pemda DKI kedaerah/wilayah sini terus?. Atau memang ada pembiaran biar ada kerjaan tahun depan itu kita gak tau,” tutup Naura.

Kami berharap, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk menelaah atau mengecek dan memastikan, apakah ada unsur dugaan Korupsi pada proyek pembangunan Jembatan Cinta dan Taman Interaktif dan sarana Olah Raga di Pulau Tidung, jika ditemukan tidak sesuai Spek dan RAB, maka sudah jelas, adanya dugaan Korupsi tersebut. Kita tunggu keberanian dari pihak aparat yang akan menindak proyek tersebut. didit/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *