Bank Sampah Titilasan Terbengkalai

oleh -371 views
Bank Sampah yang terbengkelai
CIAMIS, HR – Kepala Desa Sindangherang Panumbangan, Nanan Suparman mengakui Bank Sampah Titilasan di desanya terbengkalai karena ketiadaan dana setelah pihaknya membangun benteng (tembok pagar secara swadaya) yang menghabiskan dana Rp30 juta.
Kepada HR, Nanan di kediamannya menyampaikan, bahwa lokasi Bang Sampah rawan maling. “Kami berlakukan pengamanan 3 lapis, yaitu benteng, pintu besi, dan di alat prosesing memakai baut yang ditanam pada coran,” kata Nanan menambahkan.
Ia belakangan ini disibukan pula dengan berbagai kegiatan tingkat kabupaten dan Desa Sindangherang berhasil meraih juara 1 lomba desa pun lainnya.
Bank Sampah, ujarnya, adalah usaha unggulan BUM Des karena bahan baku sampah banyak, tidak akan kekurangan, namun masih perlu suntikan dana dari pemerintah. Hal itu karena di semester pertama pengolahan sampah (pupuk organik) akan didemplotkan dan dibagikan gratis kepada petani untuk mengetahui kualitas pupuk yang diperoduksinya.
”Bila pupuk organik bagus dan kepakai oleh petani nanti akan laku dijual, bila kurang baik maka akan diperbaiki kualitasnya, dikurun waktu itu kami tidak ada income makanya untuk biaya itu ini terutama peroduksi perlu ada bantuan dana lagi,” ujar Nanan.
Sementara itu, Kabid PATL BPLH Ciamis, Dadan menegaskan jika Bang Sampah Titilasan tidak diberdayagunakan berdasar klausul. “BPLH akan mengambil tindakan,” ujarnya dan menerangkan pihaknya sudah mengarahkan secepatnya bangunan Bank sampah Titilasan.
Dimanfaatkan/beroperasi, karena 6 bulan yang lalu gedung dan peralatan senilai Rp250 juta itu sudah diserahterimakan dan pemeliharaan jadi tanggungjawab desa. ”Saya telah menerima pemberitahuan dari kepada desa dan sementara ini belum bisa dipergunakan karena alasan keamanan (rawan maling),” ujar Dadan menambahkan seraya menambahkan, BPLH Ciamis tidak lepas seperti itu saja dan akan ada melakukan pembinaan pun evalusi.
BPLH pingin merubah konsep tentang sampah yang tadinya tidak brmanfaat jadi manfaat dan diharapkan masyarakat bisa memilah, dan memilih serta mengolah antara sampah organik & anorganik sehingga bisa jadi memiliki manfaat dan nilai jual, pungkas Dadan. ■ deden/abraham

Tinggalkan Balasan