AAI DPC Jakut Buka Puasa Bersama Ditengah Sosialisasi PKPA

oleh -343 views
JAKARTA, HR – Assosiasi Advokat Indonesia (AAI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jakarta Utara (Jakut) berbuka puasa bersama ditengah tengah sosialisasi Pendidikan Keterampilan Profesi Advokat (PKPA) diadakan tim PKPA Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AAI di Kantor DPC AAI Jakut, Kamis (23/6/16).
Tim PKPA menyerahkan kerangka acuan 
materi pendidikan khusus profesi advokat 
kepada Ketua DPC AAI Jakut Sonny Singal SH. 
(Ki-ka): Junimar Sihombing, Nuryati Sitompul, 
Astuti Sitanggang, Sonny Singal, Yohanes 
dan Elisa Manurung.
Menurut Ketua DPC AAI Jakut Sonny Singal SH mengadakan buka puasa bersama yang diadakan bersamaan adanya sosialisasi PKPA adalah untuk menunjukan rasa kebersamaan pengurusan DPC AAI Jakut dengan anggotanya. “DPC AAI Jakut sengaja mengundang tim PKPA Pusat untuk mensosialisasikan visi dan misi DPP AAI dengan adanya PKPA,” ucap Sonny Singal sang Ketua.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan (KDK) DPC AAI Jakut Elisa Manurung SH mengatakan bahwa advokat anggota AAI harus professional, sehingga perlu ada pendidikan khusus advokat dan itu adalah program Ketua Umum DPP AAI Ismak SH yang harus dijalankan DPC-DPC, ucapnya.
Elisa Manurung dengan sebutan Advokat revolusioner ini menegaskan bahwa anggota AAI harus taat dan patuh pada asas asas hukum yang ada serta memahami betul profesinya, sehingga harus diadakan sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan anggota.
Ada tiga orang Tim Sosialisasi PKPA dari DPP AAI yang hadir yakni Astuti Sitanggang SH (Ketua tim), Nuryati Sitompul SH (anggota tim), dan Juniardo Sihombing SH (anggota tim).
Kepada HR, Astuti Sitanggang mengatakan, bahwa AAI DPP punya program Pendidikan Keterampilan Profesi Advokat dengan maksud membentuk pola pendidikan dengan materi pengajaran yang disusun dan disampaikan secara sistematis serta terarah dengan rangkaian pelaksanaan yang terintegrasi.
Ujian advokat, magang dan pendidikan berkelanjutan sehingga dapat memberikan pemahaman yang utuh dan aflikatif bagi peserta didik yang pada gilirannya akan mebentuk karakter advokad yang handal.
Ketika ditanya terkait MoU dengan Perguruan Tinggi (PT) yang akan dan sudah dilakukan DPP AAI Nuryati mengatakan akan dilaksanakan pada tahun 2017. “Ya, MoU itu akan dan sedang dilaksanakan untuk program S2. Pendidikan PKPA yang akan diadakan AAI, tidak saja berbeda dengan pendidikan yang dilaksanakan organisasi advokat lainnya akan tetapi mempunyai muatan pengetahuan, pemahaman yang didasarkan pada legal reasoning yang baik. Oleh karenanya, tema tentang reasoning menjadi hal yang utama diajarkan dalam materi kurikulum PKPA AAI,” paparnya.
Lebih jauh, Astuti menjabarkan, bahwa Lawyer atau advokat yang instan atau hanya mempunyai kemampuan meniru atau mengcopy paste akan melahirkan a tailor made lawyer. Atau hanya menghasilkan ahli hukum yang kaku yang menyampaikan teori-teori.
Bukannya AAI mau mengubah teori hokum, tetapi DPP AAI periode 2015-2020 melakukan pembaharuan dan revitalisasi materi PKPA yang sejalan dan selaras dengan visi pembentukan karakter Advokat yang berdaya saing dan memiliki keilmuan yang berkualitas. tom

Tinggalkan Balasan