Beliadi Ikuti Retreat Nasional KPPD di Akmil Magelang

MAGELANG, HR — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, mengikuti retreat nasional melalui program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) 2026. Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia menggelar kegiatan ini di Akademi Militer Magelang pada 15–19 April 2026.

Program ini diikuti para Ketua DPRD dari seluruh Indonesia untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah di tengah dinamika pemerintahan. Selain pembekalan, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Beliadi menyampaikan bahwa keikutsertaannya memberikan banyak wawasan baru yang mendukung tugasnya sebagai pimpinan DPRD.

“Kami mendapatkan banyak hal strategis, terutama terkait kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta pentingnya memperkuat sinergi pusat dan daerah. Ini menjadi bekal penting agar kami lebih adaptif dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi kunci agar DPRD mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan menuntut pimpinan daerah tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan strategis secara cepat dan tepat.

“Kami ingin ilmu dari kegiatan ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar kami implementasikan. Harapannya, kebijakan DPRD ke depan semakin efektif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat Bangka Belitung,” tambahnya.

Selain pembekalan materi, retreat ini juga memperkuat jejaring antar pimpinan daerah dari berbagai provinsi. Peserta saling bertukar pengalaman dan gagasan untuk diterapkan di daerah masing-masing.

Beliadi optimistis DPRD Babel dapat semakin berperan aktif dalam mendorong pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional serta mampu menjawab tantangan lokal secara terukur dan berkelanjutan. agus priadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *