LANDAK, HR — Media Harapan Rakyat melayangkan surat konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Landak dan manajemen PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) terkait kerusakan parah ruas jalan Pahauman–Saham di Kecamatan Sengah Temila.
Surat bernomor 035/HR-LP/IV/2026 itu ditujukan kepada Bupati Landak, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta pihak perusahaan. Redaksi mengirim surat tersebut sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang merasa dirugikan akibat kondisi jalan yang terus memburuk.
Pemerintah Kabupaten Landak menerima surat itu pada 1 April 2026, sementara pihak PT GSK menerimanya sehari kemudian, 2 April 2026.
PT GSK telah beroperasi selama puluhan tahun di Dusun Ampar Pancur, Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki. Perusahaan mengelola ribuan hektare perkebunan kelapa sawit dan setiap hari mengangkut tandan buah segar (TBS) menggunakan dump truk melalui ruas jalan kabupaten Pahauman–Simpang Saham.
Jalur angkutan tersebut melintasi tiga desa, yakni Desa Saham, Desa Sebatih, dan Desa Pahauman, dengan panjang sekitar 25 kilometer. Setiap hari, sekitar 10 hingga 15 truk melintas dengan intensitas tinggi, bahkan sering bergerak beriringan.
Aktivitas angkutan berat itu diduga kuat mempercepat kerusakan jalan. Warga kini menghadapi kondisi jalan yang berlubang, rusak berat, bahkan nyaris putus di sejumlah titik.
Upaya perbaikan sementara dengan penimbunan tanah tidak menyelesaikan masalah. Saat musim kemarau, debu tebal justru mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu akses menuju kawasan wisata budaya Rumah Betang Saham, salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Landak.
Melalui surat konfirmasi tersebut, Media Harapan Rakyat meminta penjelasan terkait status jalan, pengawasan tonase kendaraan, serta tanggung jawab perusahaan atas dampak operasionalnya.
Redaksi memberi waktu tiga hari kepada pihak terkait untuk memberikan jawaban resmi. Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Landak dan PT GSK belum memberikan tanggapan.
Warga berharap pemerintah dan perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial mereka. lp








