Wali Kota Jaksel Serukan Perlindungan Perempuan dan Anak di Ruang Publik

JAKARTA, HR — Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M. Anwar, membuka Talkshow Ciptakan Ruang Publik Bebas Pelecehan terhadap Perempuan dan Anak di Perpustakaan Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru, Selasa (27/1).

Kegiatan tersebut digelar secara luring dan daring serta diikuti seluruh kepala UKPD di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

M. Anwar menegaskan bahwa pengelola ruang publik memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

“Pengelola ruang publik, baik apartemen, rusun, pusat perbelanjaan, layanan PTSP, hingga taman dan fasilitas umum, memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perlindungan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, M. Anwar menyampaikan sejumlah arahan penting kepada para pengelola ruang publik dan masyarakat. Ia menekankan perlunya standar perlindungan yang jelas, mulai dari pencahayaan yang memadai, keberadaan petugas keamanan, hingga mekanisme pelaporan yang mudah dan responsif.

Selain itu, M. Anwar meminta seluruh petugas di lapangan, baik di bidang keamanan maupun pelayanan, dibekali pemahaman tentang pencegahan dan penanganan pelecehan terhadap perempuan dan anak.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk pelecehan. Setiap laporan harus ditindaklanjuti secara serius, cepat, dan berperspektif korban,” ucapnya.

M. Anwar juga mendorong terbangunnya kolaborasi aktif dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, UPT Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Balai Pemasyarakatan, Kantor Imigrasi, aparat penegak hukum, serta masyarakat sekitar.

“Kota Jakarta Selatan tidak hanya ingin dikenal sebagai kota dengan infrastruktur maju, tetapi juga sebagai kota yang aman, beradab, dan berpihak pada kelompok rentan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ruang publik sebagai tempat yang ramah dan aman bagi semua kalangan.

“Saya berharap talkshow ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi pemicu aksi nyata di setiap ruang publik. Mari kita wujudkan Jakarta Selatan sebagai ruang aman, terutama bagi perempuan dan anak,” pungkasnya. rg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *