Wartawan Ditolak Wawancara Ketua Panitia CSR Indomaret di Purwakarta, Muncul Dugaan Suap Tutup Berita

PURWAKARTA, HR – Kegiatan CSR bertajuk “Posyandu Indomaret x Sunpride” di Desa Cikumpay, Purwakarta, Rabu (24/9/2025), memicu kontroversi. Sejumlah jurnalis mengaku ditolak saat hendak mewawancarai ketua panitia acara bernama Hadi.

Awak media Harapan Rakyat yang hadir di lokasi menjelaskan bahwa Hadi menolak permintaan wawancara dengan alasan hanya media tertentu yang berhak meliput acara tersebut. Penolakan itu disampaikan dengan nada yang dinilai arogan.

“Tidak bisa, Pak. Harusnya tadi, sudah ada sesi wawancara khusus,” ucap Hadi, sebagaimana ditirukan jurnalis. Saat ditanya ulang soal keberpihakan kepada media tertentu, Hadi hanya menegaskan dirinya tidak berwenang memberi pernyataan.

Padahal, jurnalis bermaksud mengonfirmasi substansi kegiatan CSR Indomaret bersama Dinas Kesehatan yang melibatkan 120 balita dan 30 lansia di desa tersebut.

Kepala Desa Klarifikasi Peran Pemerintah Desa

Kepala Desa Cikumpay, Rusmiati, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa pihak desa hanya sebatas memfasilitasi tempat. “Ini bukan kegiatan desa, ya. Ini program CSR Indomaret bersama dinas. Desa hanya memfasilitasi lokasi,” ujarnya.

Rusmiati mengakui kegiatan itu bermanfaat, tetapi enggan menanggapi lebih jauh soal sikap Hadi. “Saya tidak bisa membenarkan atau menyalahkan. Itu tergantung pribadi masing-

Kegiatan CSR bertajuk “Posyandu Indomaret x Sunpride” di Desa Cikumpay, Purwakarta, Rabu (24/9/2025),
Kegiatan CSR bertajuk “Posyandu Indomaret x Sunpride” di Desa Cikumpay, Purwakarta, Rabu (24/9/2025),

masing,” katanya.

Diduga Ada Upaya “Tutup Berita”

Kontroversi makin memanas ketika awak media menyebut Hadi sempat mengutus seseorang membawa uang tunai sebagai kompensasi agar persoalan tidak diberitakan. Wartawan menolak dugaan “suap” itu dan menegaskan tujuannya hanya meminta penjelasan resmi, bukan imbalan.

Indomaret Diminta Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Indomaret maupun Hadi belum memberi tanggapan atas penolakan wawancara maupun dugaan adanya upaya pemberian uang kepada awak media.

Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi penyelenggaraan CSR Indomaret serta sikap diskriminatif terhadap kebebasan pers. ids

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *