Tidak Mengenal “Wartawan Plat Merah”

Anwar Ketua FWI Pagaralam.

PAGARALAM, HR Menjadi perbincangan dan sorotan publik terkait “Wartawan Plat Merah” sudah sepekan ini di kalangan teman-teman wartawan yang biasa nongkrong menjalankan aktivitasnya di wilayah pemerintahan Kota Pagaralam.

‘Wartawan Plat Merah’ apa itu masih menjadi pertanyaan publik khususnya wartawan, karena tidak mengenal istilah tersebut kata wartawan saat membicarakannya sambil ngopi-ngopi bersama.

Tidak mengenal makna penjelasan sesungguhnya karena tidak ada dalam ensiklopedia wartawan mana pun. “Ia hanya ejekan serta candaan mungkin untuk (oknum) wartawan yang dalam menulis berita cenderung memuji-muji para pejabat yang sering naik ikut kendaraan dengan plat merah dan bisa lain sebab dalam menjalani profesi tersebut.

Anwar, Ketua Forum Wartawan Independen (FWI) Pagaralam mengatakan, sejatinya wartawan menjalani profesi wajib mengutamakan kode etik jurnalistik dalam menulis ‘dibiasakan’ tidak selalu menyanjung serta memburuhkan selalu berimbang dan memberikan edukasi bagi setiap pembaca yang ditulis oleh wartawan tersebut.

Fungsi dan kontrol wartawan wajib diutamakan untuk menampilkan aspirasi yang ada didapatkan disetiap persoalan dilapangan dengan harapan memberikan solusi keberpihakan bagi nara sumber khususnya yang menyangkut kemaslahatan untuk masyarakat pada umumnya, serta penyambung informasi publik pihak terkait  kata Anwar.

“Wartawan sejatinya tetap mengutamakan independen, objektif, berimbang dan profesi wartawan ini wajib dihargai semua pihak jagan ada ejekan  candaan apalagi yang sampai menjadi sorotan publik dalam sepekan ini,” tegas Anwar.

Lanjutnya Anwar, profesi adalah hak dasar setiu warga negara yang wajib menjadi dihargai, karena ini pilihan teman-teman wartawan dalam menjalani aktivitasnya  jagan dianggap wartawan musuh apalagi dibuat candaan serta ejekan perlu ditarik benang merah karena wartawan bukan lawan tapi kawan.

Loading...

Wartawan ini bekerja menjalani aktivitas mencari nafkah bagi keluarga tercinta sama seperti profesi lainnya, apakah itu ASN, pedagang, petani, serta profesi yang lainnya tujuan mencari nafkah untuk kelangsungan hidup. jauhari gunawan

Tinggalkan Balasan