Taman Interaktif dan lapangan Olah Raga Pulau Tidung Sudah Mulai Rusak

oleh -592 views
oleh

JAKARTA, HR – Taman Interaktif Pulau Tidung, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Seribu Selatan. Administrasi Kepulauan Seribu, yang dibangun dari dana Anggaran Perbelanjaan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022, dengan nilai anggaran Rp. 2.854.538.431.82, yang dikerjakan oleh CV Bermuara Abadi, belum genap 2 tahun sudah mulai rusak.

Taman Interaktif Pulau Tidung sebagai tempat taman bermain anak dan lapangan olah raga, tetapi membran sebagai pelapis lapangan sudah mulai terkelupas dari lantai lapangan.

Hal ini dikatakan oleh salah satu warga yang datang berwisata ke Pulau Tidung, Naura yang berasal dari Cikaret. Kecamatan Cibinong. Kabupaten Bogor, dia mengatakan, kalau melihat model bangunan Taman Interaktif lumayan bagus dari pandangan jarak jauh, tapi sayangnya kalau dilihat dekat sudah mulai tak terurus, terlebih lagi sudah ada bagian-bagian yang rusak.

Lapangan Olah Raga pada bagian lantai sudah mulai rusak.
Lapangan Olah Raga pada bagian lantai sudah mulai rusak.

“Kawat pengaman untuk lapangan olah raga, sudah pada putus (jebol), lapangan olah raga sudah terkelupas, pintunya macet, bahkan Viber pengaman mainan anak aja sudah pada pecah, saya rasa ini kurang pengawasan,” kata Naura Kamis (20/06/24).

Naura juga menjelaskan, sangat di sayangkan kalau pembangunan itu tidak ada pengawasan, karena untuk membangun ini tidak mungkin dengan duit sedikit. Atau mungkin Bupati Kepulauan Seribu jarang Sidak untuk melihat Taman Interaktif dan sarana olah raga ini.

“Anggaran untuk pembangunan ini pasti anggaran besar, tapi kalau ini baru berjalan 2 tahun sudah mulai rusak, apakah anggaran Pemda DKI kedaerah/wilayah sini terus?. Atau memang ada pembiaran biar ada kerjaan tahun depan itu kita gak tau,” jelas Naura.

Kawat pengaman untuk lapangan olah raga, sudah pada putus (Jebol),
Kawat pengaman untuk lapangan olah raga, sudah pada putus (Jebol),

Salah satu pengamat Tata Kota Budi N, pada saat diminta penjelasannya melalui WhatsApp, tentang rusaknya membran lapangan olah raga, Budi mengatakan, perekat antara lantai lapangan olah raga dengan membran memakai lem (Perekat) khusus, tapi pemasangan membran harus benar-benar teliti.

“Pemasangan membran tidak boleh ada sedikit celah masuk air, karena masuknya air pada membran itu akan merusak membran tersebut, dan pelapis lantai pasti terangkat, semakin lama semakin lebar, karena ada celah air masuk di bawah membran tersebut,” kata Budi. didit/agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *