Sopo Marpadot Jadi Ruang Gagasan, Wabup Humbahas dan Bupati Taput Bahas Pertanian hingga Pendidikan

HUMBAHAS, HR — Sopo Marpadot, rumah inspirasi yang digagas Pantur Banjarnahor, menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan pada 13–14 Maret 2026. Dalam pertemuan selama dua hari tersebut, sejumlah tokoh, masyarakat, serta narasumber dari berbagai bidang berkumpul membahas potensi pertanian hingga penguatan pendidikan di kawasan Tapanuli.

Pada hari pertama, 13 Maret 2026, kegiatan dihadiri Junita Rebeka Marbun yang berbagi pandangan mengenai potensi komoditas pertanian daerah.

“Selama tinggal di California, saya selalu membeli kopi Lintong karena saya tahu kopi itu berasal dari kampung saya,” ujarnya saat menceritakan pengalamannya ketika tinggal di California, Amerika Serikat.

Menurutnya, Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki berbagai komoditas pertanian yang potensial untuk terus dikembangkan. Selain hortikultura, ia menyebut komoditas lain seperti tuak aren, nilam, kopi, cokelat hingga Alpukat Hass yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pada hari kedua, 14 Maret 2026, kegiatan di tempat yang sama juga dihadiri Bupati Kabupaten Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat atau yang akrab disapa JTP. Kehadiran JTP di Sopo Marpadot tidak lepas dari kedekatannya dengan Pantur Banjarnahor. Keduanya telah lama saling mengenal sejak sama-sama duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara pada periode 2019–2024.

Dalam kesempatan tersebut, Pantur Banjarnahor kembali menjelaskan makna gerakan Marpadot yang menjadi gagasannya. Menurutnya, Marpadot merupakan simbol semangat kerja keras, ketekunan, serta keberanian meninggalkan zona nyaman untuk mencapai perubahan yang lebih baik.

Ia menuturkan gagasan tersebut lahir dari pengalaman hidup keluarganya yang pernah berada dalam keterbatasan. Melalui kerja keras dan perubahan pola pikir, kondisi tersebut perlahan berubah. Nilai itulah yang ingin ia dorong kepada masyarakat agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki.IMG 20260316 WA0025

Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Musisi Batak yang telah berkarya hingga mancanegara, Martahan Sitohang, berbagi pengalaman perjalanan kariernya di berbagai negara. Sementara Roynaldo H. Saragih memberikan materi teknik olah vokal kepada kelompok vokal yang hadir.

Di bidang pertanian, Diana Silitonga memaparkan peluang pengembangan kopi sebagai komoditas yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal serupa disampaikan Pablo Sinaga yang menjelaskan bahwa alpukat varietas Hass merupakan komoditas unggulan berorientasi ekspor dan dinilai cocok dikembangkan di dataran tinggi Tapanuli.

Dalam pertemuan tersebut, Pantur Banjarnahor juga menyampaikan gagasan pengembangan pendidikan di kawasan Sopo Marpadot dengan rencana menghibahkan lahan seluas satu hektare kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK). Usulan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada Gubernur Sumatera Utara melalui jalur pemerintah daerah.

Menanggapi gagasan tersebut, Bupati Tapanuli Utara JTP menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai gerakan Marpadot merupakan gagasan inspiratif yang berpotensi digerakkan lebih luas di tengah masyarakat.

Agar berbagai gagasan yang muncul tidak berhenti pada ruang diskusi, pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjutinya melalui langkah-langkah teknis seperti pendampingan kelompok tani, pelatihan budidaya dan pengolahan komoditas unggulan, hingga studi banding ke daerah yang telah berhasil mengembangkan komoditas pertanian bernilai ekspor.

Dengan dukungan kebijakan, pelatihan, serta akses pasar yang memadai, potensi pertanian di kawasan Tapanuli diyakini dapat berkembang lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. sihar.lg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *