SINTANG, HR – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polda Kalbar, selidiki temuan 400 Juta di pembangunan Pasar Rakyat Kayan Hilir kecamatan Kayan Hilir (Ng Mau) kab Sintang Kalimantan Barat.
“Unit Tipikor Bareskrim Polda Kalbar, saya dengar sudah selidiki temuan di Psr Rakyat Kayan Hilir”
Bahkan, informasi yang saya dengar itu, anggota lidik Tipikor sudah ke lapangan (Ng Mau-red) persisnya kapan ke lapangan, saya tidak tanya.
Kalau saya tidak salah dengar, sejumlah orang kemudian di Disperindagkop Kab Sintang –pun sudah di tanyai penyidik, Mudah-mudahan informasi yang saya dengar ini benar adanya.
Demikian Simon Petrus, SH (58) Warga Sintang yang aktif bela warga Kayan Hilir terkait Psr Rakyat Kayan Hilir yang belum di fungsikan sampai hari ini, sejak dibangun 2018 lalu.
Simon antara lain perpanjangan aspirasi warga Kayan Hilir ke para pihak menambahkan, bahwa warga Kayan Hilir sangat senang ketika mendengar Bareskrim Polda Kalbar sudah respon bau temuan di Psr Kayan Hilir.
Padahal sambung Simon, bahwa sedianya pasar itu tahun depan akan warga laporkan ke penegak hukum, bila belum di fungsikan.
“Namun karena informasi yang kami dengar kemaren (Jumat 26/11/2021-red) bahwa ternyata Polda Kalbar sudah tangani/selidiki tindak lanjut temuan, maka kami urungkan niat dulu,” imbuhnya.
“Intinya, warga Kayan Hilir tunggu eksennya Polda apa tindaklanjut penyelidikannya,” ujar Simon kepada HR (27/11).
Untuk mengingatkan pembaca HR mengenai Psr Rakyat Kayan Hilir, yang dibangun Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI – Disperindagkop Kab Sintang dengan anggaran 6 M dari APBN Tugas Perbantuan /2018 lalu.
Viral sejak September 2021 lalu, di awali vidio amatir warga yang berjudul, Pasar kramat di tengah kota Ng Mau di kirim ke media ini.
Setelah mendapat kiriman vidio tersebut, kemudian Amir Gajali, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pasar itu angkat bicara.
Ketika itu, Amir mengungkapkan kepada media ini bahwa, pasar tak kunjung di fungsikan hingga 2021 (4 tahun) karena kontraktornya Hidayat Nawawi belum mengembalikan temuan Kemendag sebesar 400 Juta.
Amir yang tak lama lagi pensiun mengakui, sudah banyak cara Ia lakukan membujuk Hidayat agar membayar kewajibannya tersebut, namun Hidayat Nawawi tak memperdulikannya.
“Itulah sebabnya, maka pasar tak di fungsikan hingga saat ini,” ungkapnya.
“Terserah-lah kalau proyek ini di proses hukum,” ujar Amir dengan nada sedih ketika itu.
Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny, yang baru sedia (27/11) di mintai HR komentarnya mengenai Psr Kayan Hilir, pertama Ia ungkapkan bahwa menurut Dinas terkait, temuan tersebut sudah di sanggupi pihak ke 3, untuk mengembalikannya.
Kapan akan di kembalikan pihak ke 3, desak media ini, Ronny kemudian menyeruh HR menanyakan Dinas terkait.
Tentu, kita sangat menyayangkan sekali kalau pasar lalu tidak operasi gara-gara temuan itu, imbuhnya.
Karena itu, “harapan kami selaku perwakilan masyarakat kepada OPD terkait, supaya segera operasikan pasar,” pesannya.
Kemudian, Ditanya peruntukan APBD Sintang 2021 sebesar 180 Juta untuk penimbunan halaman pasar, yang tumpang tindih dengan CSRnya PT Gunas Group.
Florensius berjanji akan menanyakannya ke Dinas terkait.
Sebagaimana di beritakan media ini sebelumnya bahwa, penimbunan pasar adalah CSRnya PT Gunas Group.
Tapi oleh pemborongnya, Kuet Sung (Cidung) yang juga anggota DPRD Sintang mengatakan kepada media ini bahwa, adapun nanti sisa APBD 180 juta akan Ia gunakan untuk benahi kantor Camat Kayan Hilir.
Masih oleh Ronny, pembangunan pasar di eks kantor Camat daerah itu, sesungguhnya Perdanya belum di setujui pihaknya, di karenakan masih ada beberapa syarat yang belum terpenuhi untuk pemindahan ibu kota kecamatan itu.
Sementara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga Kadisperindagkop Kab Sintang, Sudirman S,Sos, hingga berita turun, tak membalas whatsApp media ini.
Begitu-pun saat di hubungi melalui telepon selulernya tak di angkatnya. tim