Segel Aset Kantor PT Sawit Saban Subur (PT. SSS) Akhirnya Dibuka

oleh -606 views
oleh
Segel Aset Kantor PT Sawit Saban Subur (PT. SSS) Akhirnya Dibuka.

LANDAK, HR – Sikap pendemo yang menyegel aset PT. Sawit Saban Subur (PT.SSS) yang terletak di Dusun Pak Mayam Desa Pak Mayam Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak mulai luluh. Satu per satu aset perusahaan yang disegel akhirnya dibuka, Kamis (02/03/2023).

Untuk kita ketahui kejadian Sebelumnya, Bahwa penyegelan Gudang Bahan Bakar Minyak dan timbangan TBS PT SSS dilakukan oleh perwakilan Vendor rental angkutan TBS dikarenakan adanya keterlambatan pembayaran Gaji angkutan yang seharusnya dilakukan paling lambat tanggal 24 Februari 2023 akan tetapi sampai dengan tanggal 28 Februari 2023 belum ada pembayaran gaji angkutan.

Pembukaan segel aset berupa gudang BBM dan Timbangan TBS dilakukan perwakilan vendor angkutan atas nama Ahat bersama sejumlah rekannya didampingi Humas PT. SSS R. Nainggolan, Bhabinkamtibmas Desa Pak Mayam Aipda Hari Sulistiadi, Babinsa Desa Pak Mayam Sertu Jumangin, Sekuriti PT. SSS. Segel berupa papan kayu yang dipalang itu akhirnya terlepas pada hari rabu (01/03/2023) pukul 18.00 wib.

Ahat menyatakan, pembukaan segel itu dilakukan karenakan PT. SSS telah melakukan pembayaran gaji angkutan TBS pada Hari Rabu Tanggal 1 Maret 2023 via transfer rekening Bank Mandiri sekitar pukul 15.00 wib.

Berdasarkan pantauan dengan telah dilakukan pembukaan segel gudang Bahan Bakar Minyak dan timbangan TBS maka operasional PT. SSS dapat kembali berjalan seperti semula.

Kapolres Landak Akbp I Yoman Budi Artawan, S.H.,S.I.K.,M.M melalui Kapolsek Ngabang Kompol Wahyu Hartono, SH MAP dan melalui Bhabinkamtibmas Desa Pak Mayam Bripka Hari Sulistiadi mengatakan

“Mendapatkan informasi tersebut saya langsung turun ke desa dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk mencari jalan keluar yang baik,” ucap hari Sulistiadi.

“Alhamdulillah saya bersama anggota pengamanan Polres Landak dan Babinsa Sertu Jumangin telah membangun komunikasi yang baik dengan pihak perusahaan dan pihak yang menyegel untuk membuka segel tersebut, dikarenakan uang pembayaran gaji angkutan juga sudah diterima,” jelas Hari Sulistiadi.

“Saya berharap kedepan, aksi penyegelan tidak terulang kembali. Sehingga situasi dapat aman kondusif,” tegas Hari. lp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *