BANGKA, HR — Keluhan jalan rusak, minim penerangan jalan, hingga bantuan pemerintah yang belum tepat sasaran mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Agung Setiawan, di Dusun Sinar Rembulan, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Jumat malam (16/1/2026).
Reses yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut dihadiri perwakilan dari empat dusun, para Ketua RT, Kepala Dusun, serta masyarakat setempat. Agung sengaja menggelar reses khusus di wilayah pinggiran agar aspirasi warga dapat tersampaikan secara langsung kepada pemerintah.
“Kami menggelar reses khusus di Dusun Sinar Rembulan bersama empat dusun agar seluruh keluhan masyarakat bisa disampaikan langsung dan kami perjuangkan melalui DPRD,” tegas Agung Setiawan.
Dalam dialog terbuka, Agung tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga memberikan edukasi mengenai berbagai isu penting. Ia membahas tata kelola pemerintahan, bahaya bekerja ke luar negeri secara ilegal, serta pentingnya keakuratan data sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Agung, persoalan bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran kerap berawal dari data penerima yang belum valid.
“Masih ada warga kurang mampu yang belum menerima bantuan karena data belum sepenuhnya akurat. Peran RT dan Kepala Dusun sangat penting agar Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Agung juga menjelaskan peran dan fungsi DPRD kepada masyarakat sebagai bagian dari pendidikan politik. Ia berharap warga memahami mekanisme penyampaian aspirasi serta pengawasan kebijakan publik.
Dalam forum tersebut, warga paling banyak menyoroti kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan antar kecamatan. Selain itu, minimnya lampu penerangan jalan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Jalan ini merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan antar kecamatan. Penerangan jalan masih sangat minim. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bangka dapat serius menangani persoalan ini, termasuk penambahan lampu dan penataan kawasan persimpangan,” ungkap Agung.
Agung menegaskan bahwa kegiatan reses menjadi jembatan strategis antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar perencanaan serta realisasi pembangunan berjalan searah.
“Jika data akurat, bantuan akan tepat sasaran. Jika provinsi dan kabupaten sejalan, pembangunan benar-benar akan dirasakan masyarakat. Itulah alasan kami terus turun langsung ke lapangan,” pungkasnya. agus priadi









