PWI Gandeng UMN Hingga Guru dan Kepala Sekolah soal Literasi Media

oleh -111 views

PWI Kabupaten Tangerang menggelar Literasi Media untuk guru dan Kepala Sekolah SLTA di Kabupaten Tangerang.

Loading...

TANGERANG, HR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang menggelar Literasi Media untuk guru dan Kepala Sekolah SLTA di Kabupaten Tangerang. Sebanyak 100 orang guru dan kepala sekolah negeri hingga swasta mengikuti literasi itu.

Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin dalam pembukaan mengatakan tugas fungsi wartawan yakni menyampaikan informasi kepada publik. Sangki menerangkan kepada para guru dan kepala sekolah, tugas dan fungsi wartawan yakni sebagai edukasi, hiburan, kontrol sosial dan juga terdapat fungsi ekonomi. Dalam menyampaikan informasi tersebut haruslah berimbang.

“Dalam kontrol sosial ini kita bisa mengontrol kerja bapak ibu jika ada hal-hal yang perlu kami tanyakan,” ujar Sangki di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Kabupaten Tangerang, Selasa (13/9/2022.

Sangki juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada UMN yang telah memfasilitasi kegiatan literasi media.

Direktur LPPM UMN, Winarno mengatakan dalam industri media saat ini telah bergeser. Dari media lama beralih ke media baru. Misalnya media lama yakni media cetak berupa koran, majalah, tabloid dan sebagainya. Lalu pada elektronik yakni radio dan televisi.

Namun, saat ini new media atau media baru internet sudah berada dalam genggaman masyarakat. “Sekarang media baru ada di genggaman bapak ibu semua. Sudah mengcover media lama menjadi satu di gadget,” katanya.

“Dari sinilah kita memandang perlu penyegaran dalam new media dan itu kita abadikan sebagai tower bernama new media tower,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Muhammad Bayuni mengapresiasi kepada PWI Kabupaten Tangerang terkait literasi media untuk guru dan kepala sekolah.

“Saya menyambut baik kepada PWI Kabupaten Tangerang yang melakukan literasi media untuk memberikan pencerahan dan juga edukasi kepada guru, bagaimana menyikapi ketika ada permasalahan terhadap media,” katanya.

Bayuni mengungkapkan misalnya pada saat datang anggota atau perwakilan dari wartawan ke sekolah yang selama ini kadang sekolah suka merasa risih dan juga kekhawatiran.

Ia juga berharap betul bisa menyelesaikan permasalahan yang ada terlebih berhadapan media.

“Ini diikuti SMA dan SMK serta SKH ya, harapan ke depan bisa mendapatkan pencerahan dan juga informasi yang baru untuk kegiatan-kegiatan seperti ini. Total yang diikuti 100 guru dan kepala sekolah swasta dan negeri,” tandasnya. erwin tb

Tinggalkan Balasan