Program Generasi Mentari Dorong Siswa SD Terapkan Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah

oleh -201 views
oleh
Program Generasi Mentari Dorong Siswa SD Terapkan Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

SUKABUMI, HRPT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi produsen Semen mendukung mahasiswa penerima beasiswa SCG Sharing the Dream, yakni Rip’an Mukti, mahasiswa Universitas Nusa Putra Sukabumi, serta 4 mahasiswa lainnya, menginisiasi program Generasi Mentari (Generasi yang menjaga bumi tetap lestari) sebagai salah satu cara untuk membentuk generasi muda yang peduli akan lingkungan dengan menerapkan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Program SCG Generasi Mentari ini diselenggarakan sejak 2022 di SDN Wangunreja dengan jumlah peserta sebanyak 252 pelajar. Inisiasi ini juga dilakukan dalam rangka menjadikan SDN Wangunreja sebagai sekolah adiwiyata serta mendukung target pemerintah dalam mencapai IDOLA 2030 (Indonesia Layak Anak). Somchai Dumrongsil, Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi menyatakan, “Program Generasi Mentari ini merupakan wujud dari implementasi ESG 4 Plus sebagai komitmen SCG dalam menjalankan bisnisnya. Melalui Generasi Mentari, kami ingin mengajak generasi muda untuk semakin mencintai lingkungan dan bijak dalam mengelola sampah. Kami bangga dan berterima kasih pada para penerima beasiswa SCG Sharing the Dream atas inisiasinya untuk bersama-sama menciptakan Sukabumi yang lebih baik dan lingkungan yang lebih lestari,” katanya.

Program Generasi Mentari terdiri dari lima rangkaian. Rangkaian pertama ialah edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dengan menerapkan ekononi sirkular pada kehidupan sehari-hari melalui program Kelas Sirkular Ekonomi pada Bulan September 2022 hingga Desember 2023. Siswa-siswi SDN Wangunreja diajak untuk dapat merasakan pentingnya menjaga lingkungan melalui cara memilah sampah, membuat tempat sampah sendiri, membuat eco-brick, dan menanam pohon di kebun sekolah pada kelas yang diselenggarkan selama setiap minggunya yang dipandu oleh karyawan Semen Jawa dan Tambang Semen Sukabumi dan didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi.

Rangkaian kedua ialah penghijauan sekolah (Green School) melalui Program Generasi Mentari ini, penghijauan sekolah dilakukan melalui penanaman dan penataan taman dan kebun agar lebih hijau. Penyediaan tempat sampah untuk berbagai  jenis sampah juga dilakukan untuk mendukung sekolah hijau dan bersih.

“Melalui program ini, kami ingin berperan membangun generasi masa depan yang mencintai bumi dan menjaganya tetap lestari. Program ini pun diharapkan dapat membawa SDN Wangunreja menjadi sekolah adiwiyata dimana warga sekolah telah memiliki kesadaran dalam menerapkan gaya hidup yang berbudidaya lingkungan. Sebagai penerima Beasiswa SCG Sharing The Dream, saya merasa sangat bangga dapat berkontribusi untuk lingkungan dan masyarakat, “ ungkap Rip’an Mukti, penerima beasiswa Sharing the Dream, Inisiator programGenerasi Mentari.

Selanjutnya, setelah siswa dan siswi SDN Wangunreja mengenal pentingnya penerapan ekonomi sirkular untuk menjaga lingkungan, Program Generasi Mentari akan dilanjutkan dengan pembangunan Bank Sampah di sekolah. Siswa/i SDN Wangunreja akan diberikan kesempatan untuk menabung sampah dan menukarkannya dengan berbagai peralatan sekolah seperti seragam, tas, dan alat tulis. Program Generasi Mentari ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung target berupa pengurangan sampah plastik sebesar 70 persen sampai 2025.

“Tahun ini, Program Generasi Mentari akan terus dilanjutkan dengan pengembangan bank sampah, pembentukkan taman kreasi, program petani cilik untuk menumbuhkan rasa mencintai pada tanaman serta program Persih (Pekarangan Bersih) untuk masyakarat sekitar SDN Wangunreja.” ujarnya. Kepala SDN Wangunreja Imas mengatakan,“Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti program SCG Generasi Mentari ini. Penyampaian mengenai pentingnya menjaga lingkungan dikemas dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Selain itu, kami juga merasa terbantu dengan adanya program ini karena sekolah menjadi lebih bersih, rapi dan sampah pun berkurang. Semoga anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini dapat senantiasa tumbuh menjadi generasi yang menjaga dan melestarikan lingkungan,” pungkasnya. ida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *