PPDB SMAN 24 Pasar Kemis Diduga Tidak Transparan

PPDB SMAN 24 Pasar Kemis Diduga Tidak Transparan.

TANGERANG, HR Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi di SMAN 24 Kuta Baru, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten tidak transparan. Pasalnya, masih banyak warga sekitar sekolah yang tidak diterima oleh panitia, padahal kalau menurut aturan zonasi tempat tinggal ke sekolah masuk di dalam kategori.

Panitia diduga tidak melaksanakan program pemerintah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) menerapkan sistem zonasi. Karena hasil pengumuman oleh pihak Disdik Provinsi Banten pada tanggal 30 Juni 2020 diterima 324 Siswa/siswi di SMAN 24, siswa yang dinyatakan tidak lulus diduga panitia menghubungi kembali melalui telepon selular ke siswa yang tidak lulus untuk ikut daftar ulang.

Ketika dimintai keterangan orang tua murid yang anaknya tidak lulus pendaftaran mengatakan, penerimaan di SMAN 24 ada yang diterima diluar pengumuman yang resmi, terus pengumuman resminya tidak dipajang di papan pengumuman, parahnya lagi panitia tidak pernah ada, mulai dari pendaftaran sampai selesai PPDB.

“Setelah saya cari informasi ternyata ada susulan tambahan kuota tapi lewat forum RW Kutabaru diajukan ke Gubernur baru bisa lulus, yang saya tahu ada 70 siswa tambahan yang diajukan oleh forum RW tersebut, tapi yang diterima hanya kurang lebih 20,” ujar orang tua murid yang tidak mau disebutkan.

Disisi lain, Ketua Forum Jurnalis Pasar Kemis (Forjumis) H Simanjuntak, saat dihubungi awak media, Selasa (22/07), menyikapi permasalahan ini Forjumis akan menindak lanjuti atas dugaan adanya gratifikasi dalam PPDB online 2020 di SMAN 24 Pasar Kemis ke Inspektorat Pusat.

Gratifikasi diduga diberikan pihak yang mengatasnamakan Forum RW ke Panitia PPDB yang menitipkan siswa untuk memuluskan upaya penerimaan beberapa siswa yang sebetulnya tidak diterima di SMAN 24 Pasar Kemis melalui jalur resmi.

“Selain itu, tindakan Panitia SMAN 24 di sekolah yang beralamat di Jalan Kakap 3 No 23 Kutabaru yang menerima siswa secara ilegal, ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang. Infonya juga kita dengar siswa yang sudah jelas tidak diterima di pengumuman resmi, bisa diterima lagi disitu, kita juga bingung kok bisa begitu, terus disini, diduga ada 5 jalur. Sementara dalam Permendikbud No 44 tahun 2019 tentang PPDB sudah jelas tertulis ada 4 jalur, yaitu jalur zonasi, prestasi, afirmasi dan perpindahan tugas orang tua, tidak ada jalur telepon. Karena pihak sekolah menghubungi langsung siswa yang tidak diterima di jalur resmi, dan infonya bahwa ada 42 siswa yang enggak daftar ulang, terus untuk mengisi kekosongan 42 itu mereka buka jalur sendiri dengan tertutup. Kalau hal itu terbukti, kita meminta kepada instansi yang terkait supaya memproses atau menindak, karena kalau tidak diproses atau ditindak, kedepannya juga akan terus begini, pernah juga kita dengar bahwa Gubernur Banten mengatakan, bahwa instansi pendidikan diminta dalam pelaksanaan PPDB jangan ada kecurangan dan harus menjaga marwah atau nama baik dunia pendidikan,” tegas Juntak.

Ketika dikonfirmasi Kasubag Umum Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Titin mengatakan, PPDB di SMAN 24 telah sesuai prosedur. “Kalau proses PPDB online-nya 100% berjalan baik. Tapi yang menjadi masalah itu proses pasca-PPDB. Hal yang harus dijawab pihak sekolah adalah para siswa yang sebenarnya tidak diterima melalui PPDB, tapi ternyata diterima itu masuk dari pintu mana?” tutur Titin (20/7).

Ditempat terpisah, Staf KCD Kabupaten Tangerang, Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Kondi, mengatakan, pihaknya sebagai bawahan yang menjalani perintah atasan sesuai mekanisme yang ada, terkait PPDB 2020 ini, mengikuti jalur yang ada. Sehingga laporan yang masuk ke pihaknya akan segera ditindak lanjuti lagi.

Loading...

”Semua bentuk laporan ini, tetap kami tindak lanjuti ke atasan serta pihak pihak terkait, agar proses ini cepat bisa terealisasi, tapi ini tentunya tak semudah seperti membalik tangan, mohon bisa bersabar dan tunggu,” tandas Kondi. Sampai berita ini diterbitkan pihak sekolah tidak bisa dikonfirmasi, karena para pihak panitia tidak ada di sekolah. tim

Tinggalkan Balasan