Polri Siapkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor di Bali

BALI, HR – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menegaskan bahwa penanganan pascabencana banjir dan longsor tidak hanya sebatas evakuasi korban. Polri bersama instansi terkait juga menyalurkan bantuan logistik, mendirikan posko darurat, serta menyiapkan program trauma healing bagi para pengungsi, khususnya anak-anak dan keluarga korban.

Program trauma healing menjadi perhatian serius karena bencana alam tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat. Tim psikolog kepolisian diterjunkan untuk membantu para pengungsi mengatasi rasa takut, cemas, dan stres. Program ini akan dilaksanakan berkelanjutan hingga kondisi dinilai stabil.

Pemulihan fisik dan mental masyarakat jadi fokus utama pascabencana.
Pemulihan fisik dan mental masyarakat jadi fokus utama pascabencana.

Kapolda Bali menegaskan bahwa Polri terus mendampingi masyarakat sampai situasi benar-benar pulih. “Kami tidak hanya hadir untuk evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga memastikan pemulihan mental warga. Trauma healing adalah bagian penting agar masyarakat terdampak bisa kembali bangkit,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat, Polri optimistis pemulihan pascabencana di Bali berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Kehadiran Polri di lapangan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus semangat bagi warga untuk kembali menata kehidupan. efendi silalahi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *