Piloting Tatap Muka SMK Muhammadiyah 4 Jakarta

JAKARTA, HR – Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyebutkan ada 13 sekolah di Jakarta Barat yang sudah mulai menggelar pembelajaran tatap muka, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.

SMK Muhammadiyah 4 Jakarta adalah salah satu sekolah di Jakarta Barat yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta untuk menyelenggarakan piloting uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pada 7–29 April 2021, dengan jumlah peserta didik dibatasi dan dengan protokol kesehatan.
Drs. H. Sri Sudirin selaku kepala Sekolah mengatakan kepada HR bahwa, Peserta didik yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) adalah kelas X, XI dan XII tentunya dalam kondisi sehat dan atas izin orang tua.

Ada 70 siswa yang mengikuti PTM ini. Dengan pembagian rombel (rombongan belajar) masing–masing 10 siswa jadi ada 7 ruangan yang digunakan untuk kegiatan piloting tatap muka. Untuk jadwal pembelajarannya dalam 1 minggu 3 hari kegiatan aktif belajar dan 3 hari kegiatan disinfektan. Kegiatan belajar dimulai dari pukul 07.00 – 10.00 WIB.

Ditempat yang sama, Maryoto dari majelis pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah mengatakan kepada HR tentunya merasa berbahagia karena mendapat kepercayaan dari pemerintah ditunjuk sebagai piloting percontohan untuk sekolah tatap muka.

“Mudah-mudahan dengan adanya piloting ini diharapkan bisa terealisasi sistem pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

“Untuk daring secara kualitas tidak bisa diharapkan karena banyak kendala terutama orang tua yang merasa terbebani dengan kegiatan daring ini,” lanjutnya.

Dan himbauan pihak sekolah bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi, pihak sekolah menyediakan bis sekolah untuk langsung pulang ke rumah masing–masing.

Loading...

Diketahui, mulai hari ini Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembukaan sekolah tatap muka dengan prokes ketat di 85 sekolah negeri dan swasta di ibukota.
Jumlah tersebut merupakan hasil asesmen kesiapan prokes sekolah tatap muka dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui asesmen tahap 1 dan 2 dari 100 sekolah yang dilakukan asesmen. jm

Tinggalkan Balasan