Peringati Isra Miraj, Sukiman Undang Habib Thoha Berdzikir dan Bershalawat di Melawi

oleh -29 views

MELAWI, HR – H.Sukiman S. Pd MM, Selaku Anggota DPR RI Komisi XI mengadakan acara Isra Miraj jatuh pada hari Minggu, 14 /4/2019 atau bertepatan dengan bulan Rajab, 1440 Hijriyah, di Geraha Sukiman Center Mingu 14/4/2019 pagi.

Hadir dalam acara Isra Miraj sebagai penceramah, Habib Thoha bin husen al Jufri, hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi H. Abdulbar, S.Ag, M.Pd, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda, serta tamu undangan sekira seribu orang.

Dalam Ceramah Habib Thoha bin Husen al Jufri mengatakan, Peringatan ini adalah sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Untuk itu, umat Muslim hendaknya memperbanyak amalan kebaikan di bulan kedelapan dalam penanggalan Qamariyah atau Hijriah ini.

Satu amalan yang bisa dilakukan adalah dengan membaca zikir dan doa jelang Isra Miraj 2019 atau dibulan Rajab 1440 H.

Ada satu zikir yang pernah diajarkan Nabi Ibrahim untuk Nabi Muhammad SAW ketika Rasulullah mengalami peristiwa Isra Miraj.

Selain itu, salah satu amalan yang dianjurkan dikerjakan pada malam Isra Miraj 1440 H adalah dengan memanjatkan doa.

Isra Miraj adalah perjalanan agung Nabi Muhammad yang ditempuh dalam waktu semalam dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsho di Yerussalem.

Nabi Muhammad juga mengalami perjalanan dari bumi menuju langit ke tujuh, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.”Sidiratul Muntaha menjadi akhir perjalanan untuk menerima perintah salat lima waktu.

Mengapa perjalanan Isra Mi’raj dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha? Peristiwa ini memberikan isyarat bahwa kaum Muslimin di setiap tempat dan waktu harus menjaga dan melindungi Rumah Suci (Baitul Maqdis) dari keserakahan musuh Islam.

Hal ini juga mengingatkan kaum Muslimin zaman sekarang agar tidak takut dan menyerah menghadapi kaum Yahudi yang selalu menodai dan merampas Rumah Suci.

Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Nabi SAW dipertemukan dengan para nabi terdahulu. Hal ini merupakan bukti nyata adanya ikatan yang kuat antara Nabi SAW dan nabi-nabi terdahulu.

Nabi SAW bersabda, “Perumpamaan aku dengan nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah ba ngunan, kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut, kecuali satu tempat batu bata di salah satu sudutnya. Ketika orang-orang mengitarinya, mereka kagum dan berkata, “Amboi indahnya, jika batu batu ini diletakkan?” Akulah batu bata itu, dan aku adalah penutup para nabi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis shahih diriwayatkan, Nabi SAW mengimami para nabi dan rasul terdahulu dalam shalat jamaah dua rakaat di Masjidil Aqsha. Kisah ini menunjukkan pengakuan bahwa Islam adalah agama Allah terakhir yang diamanahkan kepada manusia. Agama yang mencapai kesempurnaannya di tangan Nabi SAW.

Pilihan Nabi SAW terhadap minuman susu, ketika Jibril menawarkan dua jenis minuman, susu dan khamr, merupakan isyarat secara simbolis bahwa Islam adalah agama fitrah. Yakni, agama yang akidah dan seluruh hukumnya sesuai dengan tuntunan fitrah manusia. Di dalam Islam, tidak ada sesuatu pun yang bertentangan dengan tabiat manusia.

Perjalanan Isra Mi’raj dalam rangka menerima perintah shalat dari Allah, tanpa melalui perantara. Hal ini menunjukkan pentingnya shalat bagi kaum Muslimin. Shalat yang dilakukan akan dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih bermakna.

Jika pelajaran dari Isra Mi’raj ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan, dapat membawa perubahan kehidupan menjadi lebih baik.” jelasnya. abd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *