DENPASAR, HR —Kalangan pemuda Islam di Bali mengajak umat Muslim untuk bersikap dewasa, bijak, dan toleran dalam menyikapi perayaan Natal. Ajakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus mendukung iklim pariwisata Bali yang aman dan kondusif.
Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Bali, Teguh Alfaidzin, menegaskan pentingnya meneladani nilai-nilai yang diajarkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang memandang agama sebagai sumber kedamaian dan kemanusiaan.
“Kami meneladani ajaran Gus Dur bahwa agama harus menghadirkan kedamaian, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Karena itu, kami mengimbau pemuda dan umat Muslim agar bersikap dewasa dan bijak dalam menyikapi perayaan Natal. Tetap jaga akidah tanpa mencampuradukkan ibadah, serta tunjukkan sikap saling menghormati kepada saudara-saudara Kristiani,” ujar Teguh.
Ia menilai, dalam konteks Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, sikap toleran dan kondusif berperan penting menciptakan rasa aman dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Kerukunan antarumat beragama merupakan modal utama terciptanya rasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bali, Muhammad Pramudya Rahardjo, turut mengajak pemuda dan umat Muslim menjadikan perayaan Natal sebagai momentum memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan kedamaian, kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia, sebagaimana termaktub dalam QS Al-Anbiya ayat 107 yang menyebut Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Menurut Pramudya, nilai keislaman tersebut sejalan dengan semangat Pancasila dan amanat UUD 1945 Pasal 29 ayat (2) yang menjamin kebebasan warga negara dalam beribadah sesuai keyakinan.
IMM Bali juga mengimbau pemuda Muslim agar menjaga ketenangan sosial, menunjukkan sikap saling menghormati tanpa mengurangi keteguhan akidah, serta menolak provokasi, ujaran kebencian, dan politisasi identitas yang berpotensi mengganggu kerukunan.
“Pemuda Muslim harus tampil sebagai teladan dalam menjaga harmoni, dengan mengedepankan akhlak, dialog, dan tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya.
Keduanya berharap perayaan Natal berlangsung aman, damai, dan khidmat bagi umat Kristiani, sekaligus menjadi momentum penguatan nilai kemanusiaan, persaudaraan lintas iman, serta menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata yang harmonis, aman, dan berkelanjutan. dyra








