Oknum Satpol PP Muara Enim Diduga Peras Pedagang

oleh -680 views

MUARA ENIM, HR – Taman Adipura merupakan salah satu objek wisata yang lokasinya di dalam kota Muara Enim. Dengan adanya Taman Adipura ini tentu saja merupakan peluang bagi para pedagang kecil untuk berjualan. Hal ini tentu saja dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengusaha kecil, karena banyaknya pengunjung yang rekreasi.

Tentu saja areal taman ini memang bagus untuk usaha kecil seperti; pedagang ataupun menyediakan sarana permainan untuk para pengunjung yang berkunjung ke taman tersebut, terutama di sore hari.

Namun sangat disayangkan dengan adanya ulah oknum Satpol PP, para pedagang dan usaha kecil di lokasi taman tersebut, diminta uang iuran bulanan dengan patokan harga yang tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua MKGR Kabupaten Muara Enim, Yanto.

“Saya mau membuka usaha dengan menyediakan dua unit mobil-mobilan untuk anak-anak bermain. Tapi penjaga di sana meminta iuran per bulan sebesar Rp 2.000.000,” kata Yanto.

Lebih lanjut Yanto mengatakan, yang meminta iuran tersebut bekerja sebagai Ketua Regu Satpol PP di areal Taman Adipura yang bernama AW.

“AW itu hanya honorer, tapi sudah berani meminta iuran bulanan kepada para pedagang. Kalaupun iuran itu untuk income Kabupaten Muara Enim, tidak masalah. Tapi ini diduga masuk ke kantong pribadi,” ujarnya.

“Kita ini usaha untuk bantu perekonomian keluarga, hasilnya hanya sedikit, mana cukup untuk bayar iuran sebanyak itu setiap bulannya,” ucap Yanto.

“Dia Ketua Regu Satpol PP yang ditugaskan untuk menjaga daerah Taman Adipura supaya aman dan masyarakat dapat memanfaatkan untuk rekreasi. Jadi janganlah menyalahgunakan jabatan yang melanggar aturan,” cetus Yanto.

Kasat Pol PP, Musadek, ketika dihubungi secara terpisah, menjelaskan, dirinya baru mendapatkan informasi tersebut, dan pihaknya akan memanggil oknum tersebut.

Loading...

“Karena hal itu tidak benar dan melanggar aturan. Kami dari Satuan Pol PP tidak menyuruh ataupun menganjurkan hal tersebut. Kita akan panggil oknumnya tersebut dan bakal kita sidang,” tegas Musadek. ja

Tinggalkan Balasan