Masyarakat Menduga Banjir Bandang Diakibatkan Maraknya Aktivitas Tambang

Banjir Bandang

MAROS, HR – Bencana Alam Banjir Bandang di Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros diduga penyebabnya maraknya aktivitas tambang liar dan pembantaian hutan.

Banjir Bandang yang melanda kemarin menggenangi puluhan rumah warga, dan sekolah dasar pun ikut tergenangi.

Seorang warga Dusun Tombolo, Dg Sompa mengatakan, Minggu (3/3/2019) banjir yang melanda kampungnya tersebut diduga di akibatkan adanya tambang batu, dan tambang lainnya di  sekitar area pemukiman.

Menurutnya tambang batu di area tersebut diduga pemiliknya oknum personel Tompobulu. Sebabnya sejak tambang  beroperasi beberapa tahun terakhir, oknum anggota berpangkat bripka selalu datang meninjau lokasi tambang itu.

“Penyebab banjir bandang mungkin di sekitar ini tambang. Tambang itu milik oknum anggota berpangkat bripka, dari Polsek Tompobulu. Saya sering lihat,  sering datang ke lokasi tambang itu,” ungkap Sompa.

Rumah rusak akibat banjir

Dg Sompa, salah satu warga yang menjadi korban banjir bandang, membuat segala perkakas dan sarana usaha tata hias pengantinnya semua rusak.

Diketahui ekskavator orange milik oknum berpangkat bripka itu masih berada di area tambang, terdiam tak beroperasi setelah  bencana ini melanda.

Personel oknum anggota pemilik Toyota Hilux dobel kabin tersebut, sudah ternama di kalangan beberapa kontraktor besar dan ketua Asosiasi di Maros.

Warga lainnya, Dg Sirua juga menjelaskan datangnya air bandang itu dengan cepat, di sebabkan gemburan tanah tidak dapat lagi menopang air di kandungnya. Sehingga luapannya mengakibatkan air sungai juga meluap hingga berdampak banjir yang begitu cepat merembes ke pemukiman warga. Dan ketika hujan mulai redah, banjir pun perlahan mulai surut.

Dg Sirua juga menyebutkan tambang ilegal itulah yang menjadi penyebab bencana banjir bandang ini. Ia tidak pernah menyangka jika bencana ini akan terjadi, karena hanya di akibatkan hujan deras sesaat saja,  tiadak akan terjadi mengakibatkan banjir bandang.

“Dugaan karena dengan banyaknya penambang liar diatas,” katanya.

Sabtu sore kemarin awal datangnya, banjir bandang hingga malam mulai setinggi dua meter menerjang pemukiman warga. Banjir bandang melanda desa di karenakan luapan sungai Tompobulu yang tidak mampu lagi menahan debit air pasang, setelah Maros diguyur hujan deras sesaat.

Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka-luka pada peristiwa tersebut. Namun, kerugian akibat rumah rusak dan lainnya  ditaksir mencapai ratusan juta.

Sementara, oknum anggota berpangkat bripka membantah tudingan warga. Menurutnya tambang tersebut merupakan milik pengusaha tambang ternama di Maros,

Namun Ia  mengakui alat berat yang standby di lokasi area tambang, ekskavator miliknya itu hanya disewa oleh Colleng.

Loading...

Oknum anggota yang perpangkat bripka, juga membela para penambang yang menggunakan alat beratnya. Menurutnya penambang rekanannya itu  sudah memiliki izin tambang. Hamzan

Tinggalkan Balasan