LSM Fitra Pantau Seleksi Calon Sekda Sintang

oleh -1.6K views

Simon Petrus SH

SINTANG, HR – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Fitra (LSM Fitra) Simon Petrus S.H. mengaku memantau seleksi calon Sekretaris daerah (Sekda) termasuk kabupaten Sintang Kalimantan Barat, yang digelar awal Maret 2023 ini.

Hari ini (24/3) memasuki seleksi/ tahap penulisan makalah, enam peserta kami lihat baik – baik saja.

LSM Fitra, ikut memantau/ mengawal seleksi calon Sekda Sintang karena memang LSM kami punyai data dari  Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Ya, kami memantau setiap perhelatan baik Pilkada, termasuk calon Sekda,” tutur Simon saat dihubungi HR (24/3) melalui telepon selulernya.

Untuk seleksi calon Sekda tahun ini, tidak hanya Sintang yang kami pantau namun juga di daerah lain se Indonesia.

“Kami kedaerah yang melakukan perhelatan calon Sekda, pada momen tertentu kadang turun langsung secara diam-diam dan terbuka, liat situasinya,” sambungnya.

“Tapi untuk seleksi calon Sekda Sintang kami turun langsung karena ada  permintaan komunitas masyarakat Sintang, ungkap Simon kemudian.”

Ditanya informasi apa yang disampaikan ke pihaknya sehingga harus turun langsung pantau seleksi calon Sekda Sintang, Simon ketawa saja.

Simon juga tak jawab, apakah yang memintanya, berprofesi ASN atau masyarakat biasa.

Namun Simon sedikit buka isi permintaan masyarakat Sintang bahwa seleksi calon Sekda Sintang perlu pengawalan.

“Pengawalan maksudnya bukan seperti pengawalan ala aparat, tapi pengawalan melihat kebenaran dan sebaliknya, semua proses seleksi,” ujarnya

Berproses sesuai aturan main KASN atau sebaliknya. Tugas lembaganya juga mencari tau apakah dokumen – dokumen calon, fiktif atau realita yang dikeluarkan lembaga tertentu.

Calon apakah sehat jasmani rohani saat ikuti seleksi, baru sehat atau memang ada mengidap satu penyakit, kita harus mengetahuinya deteil. Tukasnya lagi

Bila hal – hal ini ada indikasi “nakal” ditemukan, kami boleh saja sampaikan langsung ke Pansel. Lanjutnya.

Simon juga sebut bahwa lembaganya boleh saja ngatkan Pansel supaya jangan terlena kepada calon.

Terlena karena bahasa isyarat calon dekat dengan si A – B, lalu dokumennya tak di kroscheeck ke sumber dokumen, ini cuma misalnya, imbuh Simon.

Jadwal kegiatan Seleksi calon Sekda Sintang.

Kemudian, menjawab pertanyaan HR soal isu jagoannya bupati yang muncul pasca mutasi eselon 2,  Simon menjawab bahwa ada isu untuk calon tertentu di mutasi dulu untuk memenuhi syarat calon, tidak semudah itu untuk duduki jabatan Sekda.

Simon menyebut, tidak semudah itu cara untuk menjadi Sekda. Lalu dia bocorkan juga, menjadi Sekda dengan cara itu, sama saja KKN (Kolusi, Korupsi, Nepotisme).

Bahkan kata Simon, jika nama yang dimaksud lolos jadi Sekda dan ada yang protes ke KASN, mudah dibuktikan, caranya ? rahasia, jawab mantan anggota Walhi Kaltim itu.

Meski demikian, kami mengajak juga masyarakat supaya sama mengawasi dan  tanggab informasi biar singkat, harapnya.

Tapi yakinlah, Sekda Sintang nanti pasti murni terpilih, Panselnya kami tau juga rekam jejaknya, baik dan tegas, puji Simon. “Selain kami, lembaga lain juga mengawasi,” info Simon lagi.

Nilai sementara rekam jejak calon Sekda.

Putra asal kabupaten Kapuas Hulu ini tambahkan, bahwa adapun peserta calon Sekda Sintang dari pemkab luar kota Sintang itu memang dibolehkan aturan sepanjang memenuhi syarat.

Ujungnya, Pansel dalam hal ini punya penilaian terhadap para calon, kemudian muncul kebijakan misalnya memprioritaskan calon asal kabupaten  setempat.

Maka itu tadi, Pansel wajib mengakses informasi dari masyarakat agar Pansel tidak ragu – ragu.buat keputusan.

Keputusan memilih calon Sekda pertimbangan apa lebih banyak, apakah dari sisi akademik atau sisi politik, kemudian sisi sosial dan budaya. “Dugaan saya Pansel pasti jeli dan peka terhadap faktor ini.”

Tentunya faktor utama kesehatan jasmani dan rohani calon, amoral, broken home (Keluarga tak utuh) narkoba dan korupsi, bila ditemukan dalam rekam jejak calon wajib gugur, tegasnya.

Ingat, Sekda itu publik figur dan tauladan serta pengayom buat bawahannya. Volume kerjanya padat, meski Sekda sebagai bawahannya bupati, tapi kerjanya Sekda lebih komplit.

Bayangkan jika Sekdanya sakit – sakitan, bagaimana dia mengayomi dan laksanakan tugasnya.

Makanya kami hadir penuhi undangan satu komunitas daerah ini, untuk memperhatikan  kehawatiran ini antara lain.

Terakhir diterangkan Simon, bahwa Sekda harus punya kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi.

Karena pada umumnya  sukses satu kegiatan oleh karena pimpinannya mampu pimpin kolaborasi.

“Kami yakin peserta asal pemkab Sintang ada yang miliki pengalaman itu, mari kita dukung Pansel saja,” akhirnya.

Tokoh masyarakat Asdi.

Masih diwaktu yang sama, tokoh masyarakat Sintang Asdi, menyikapi seleksi calon Sekda Sintang pertama, Pansel harus jujur,  adil dan menunjukkan  independentnya.

Kedua, berani ungkap ketidak jujuran calon tentang kesehatan dan keterbatasan lainnya.

Ketiga, Pansel tidak boleh takut dan ragu sebab pansel punya tanggungjawab atas Sekda yang mereka pilih, mampu atau tidak laksanakan tugas.

“Saya juga punya usul kepada pansel, yaitu mengenai rekam jejak para calon supaya benar-benar di cek dokumennya formalitas atau realita.”

Hal ini saya usul mengingat seorang Sekda yang juga jabat Ketua Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TPAD) lagi, pembina ASN di lingkungannya.

“Maksud saya, Pansel  jangan fokus hanya ke administrasi rekam jejak calon versi Pansel saja, namun juga rekam jejak calon versi masyarakat juga diakses,” saran Asdi. tim

Tinggalkan Balasan