Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang di Pelabuhan Sadai Naik 20%

oleh -739 views
oleh
Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang di Pelabuhan Sadai Naik 20%.

BANGKA SELATAN, HR – Arus penumpang di Pelabuhan Sadai Bangka Selatan terpantau cukup padat, walaupun tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan penumpang dengan tujuan menuju Pelabuhan Tanjung Ru Belitung pada Minggu pagi (24/12/2023), H-1 menjelang Hari Raya Natal 2023.

“Arus penumpang libur Natal dan Tahun Baru 2023 mengalami peningkatan, dan puncaknya terjadi pada hari jumat, 22 Desember 2023,” kata Koorsatpel Pelabuhan Penyeberangan Sadai BPTD kelas 3 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Achmad Densi.

Menurut Densi, pada Jumat (22/12) pihaknya mencatat sebanyak 38 unit kendaraan dan 163 penumpang melintas di Pelabuhan Sadai Bangka Selatan menuju Pelabuhan Tanjung Ru Belitung menggunakan KMP Menumbing Raya.

Densi juga menerangkan, arus libur Natal dan Tahun Baru 2023 di Pelabuhan Sadai menggunakan 2 Kapal milik PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yakni KMP Gorare berukuran 236 GT dan KMP Menumbing Raya berukuran 652 GT.

“Saat ini semua jadwal keberangkatan kapal masih normal, namun apabila ada jadwal keberangkatan tambahan akan segera kami koordinasikan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, situasi selama arus libur Natal dan Tahun Baru juga aman terkendali dan lancar, cuaca juga cerah dan cukup mendukung.

Sementara itu, Desman Firmansyah selaku Mualim II KMP Gorare mengatakan terjadi peningkatan jumlah penumpang, namun masih bisa teratasi dengan 2 kapal bolak-balik ini.

Penyeberangan penumpang berjalan lancar, lanjutnya, sesuai dengan jadwal keberangkatan dan semua penumpang bisa diseberangkan tanpa ada yang menginap di pelabuhan.

Disamping itu, Untuk mendukung kelancaran arus libur Natal dan Tahun Baru 2024, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendirikan posko pemantauan  arus penyebrangan Pelabuhan Sadai – Pelabuhan Tanjung Ru.

Posko ini dibuat sebagai upaya mendukung kelancaran aktivitas dan mobilitas masyarakat yang berpergian menggunakan moda Angkutan Penyeberangan.agus priadi

Tinggalkan Balasan