GOWA, HR — Pemerintah Kabupaten Gowa resmi menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada RSUD Syekh Yusuf. Launching program tersebut dipimpin Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, Senin (5/1).
Bupati Talenrang menegaskan bahwa penerapan BLUD menjadi program prioritas di sektor kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Launching BLUD ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gowa. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi keluhan terkait pelayanan,” ujar Bupati Gowa.
Ia menjelaskan, perubahan status RSUD Syekh Yusuf menjadi BLUD menghadirkan transformasi dalam pengelolaan keuangan dan manajemen rumah sakit agar lebih efisien, fleksibel, dan berkualitas.
Menurutnya, fleksibilitas pengelolaan keuangan melalui skema BLUD bertujuan mempercepat peningkatan mutu pelayanan publik. Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan agar setiap kinerja rumah sakit berjalan terukur dan profesional.
“Pengelolaan dilakukan oleh rumah sakit, namun tetap dalam pengawasan pemerintah. Semua harus terukur dan profesional,” tegasnya.
Bupati Gowa menyebutkan tiga pilar utama penerapan BLUD, yaitu:
- Peningkatan kinerja pelayanan publik
- Fleksibilitas pengelolaan keuangan
- Tata kelola manajemen rumah sakit yang baik
Ia menekankan bahwa status BLUD bukan tujuan akhir, melainkan instrumen percepatan peningkatan layanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan berkeadilan.
Bupati berharap seluruh jajaran RSUD Syekh Yusuf mengelola BLUD secara profesional, akuntabel, dan transparan. Ia juga mendorong penguatan kompetensi tenaga medis dan nonmedis, peningkatan keselamatan pasien, serta kerja sama dengan mitra strategis.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar, menyatakan bahwa penerapan BLUD menjadi tonggak penting bagi rumah sakit.
“Status BLUD memberi ruang bagi kami untuk mengelola rumah sakit secara lebih mandiri, fleksibel, dan profesional, namun tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen rumah sakit untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan pasien, memperkuat kompetensi SDM, memperbaiki tata kelola, serta menghadirkan layanan yang cepat, ramah, adil, dan berintegritas.
“Keberhasilan BLUD bukan hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga komitmen dan budaya kerja seluruh pegawai. Kami terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan penerapan BLUD, Pemkab Gowa berharap RSUD Syekh Yusuf terus berkembang menjadi rumah sakit yang unggul, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat Gowa.
Kegiatan launching turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Forkopimda Gowa, dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. kartia








