Lapas Kelas II B Terapkan Kunjungan Secara Virtual Dimasa Pandemi Covid-19

Lapas Kelas II B Terapkan Kunjungan Secara Virtual Dimasa Pandemi Covid-19.

SUKABUMI, HR – Penerapan protokol kesehatan secara ketat melalui 3 M seperti, memakai masker, membiasakan mencuci tangan dan menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain adalah hal yang wajib dilakukan jika tidak ingin terpapar Covid-19.

Seiring dengan terus berkembangnya sebaran Covid-19 yang dibuktikan dengan kenaikan jumlah orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus ini dari waktu ke waktu, upaya penanganan dan pencegahan penyebarannya menjadi suatu hal yang tidak bisa diabaikan oleh semua kalangan masyarakat, termasuk dilingkungan lembaga pemerintahan.

Berkaitan dengan hal ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sukabumi, tak mau lengah dalam melakukan pencegahan sebaran Virus Corona dilingkungannya, “Untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dilingkungan Lapas, kami melakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat seperti, menyediakan tempat cuci tangan, kemudian melakukan penyemprotan blok dengan disinfektan, pembagian masker kepada WBP dan pengecekan suhu tubuh kepada siapa saja yang masuk ke lingkungan Lapas,” ucap Yosafat Rizanto,A.Md.IP.,SH.,M.Si, Kalapas Kelas II B Sukabumi, saat dihubungi via telepon selularnya, Sabtu (14/11/20).

Kegiatan rutin tersebut, lanjutnya dilaksanakan bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dan PMI Kota Sukabumi, “Kami juga membuat jadwal Work From Home (WFH) bagi petugas dan penanganan petugas serta Napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan bagi tahanan baru dilakukan isolasi selama 14 hari sebelum masuk blok, setelah sebelumnya dilakukan rapid test oleh pihak yang menahan,” jelasnya.

Selain itu, terkait dengan ditutupnya kunjungan keluarga tahanan akibat pandemi, pihaknya menerapkan metode kunjungan secara virtual, “Dengan ditutupnya jadwal kunjungan, kami melakukan inovasi dengan kunjungan secara virtual (video call) dari pagi, mulai jam 09.00 – 12.00 WIB dan siang pada jam 13.00 – 15.00 WIB, melalui 5 perangkat PC lengkap yang sudah disediakan, caranya, WBP dipersilahkan untuk menghubungi keluarganya,” ujar Yosafat lagi.

Namun demikian, tambahnya, yang paling utama adalah kesehatan petugasnya dulu yang dijaga, “WBP kan tidak keluar, sementara petugas berkegiatan diluar juga, sehingga dikhawatirkan datangnya dari petugas dan tahanan baru, maka dari itu protokol kesehatannya sangat kami jaga, salah satunya disetiap apel pagi ditekankan penerapan 3M,” tegasnya.

Disamping menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk mengurangi intensitas interaksi dan kerumunan, pihaknya melakukan pengurangan jadwal apel pagi, yang kini hanya dilakukan 3 kali seminggu, “Sekarang malah sedang kita coba apel secara virtual, hanya dari ruangan masing–masing,” ungkapnya.

Disebutkan Kalapas, kendati ditengah kondisi seperti sekarang ini, kegiatan pembinaan terhadap WBP seperti pelatihan–pelatihan kegiatan kerja tetap dilaksanakan, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Disinggung soal penerapan sosial distancing diruang tahanan, Yosafat menegaskan, dengan jumlah WBP sebanyak 474 orang, sementara kapasitas ruangan yang ada hanya untuk 200 orang, sangatbtidak memungkinkan untuk diterapkan sosial distancing.

“Kalau bicara soal ruangan, jelas sudah tidak memungkinkan untuk diterapkan sosial distancing, karena bangunan dan tanah yang sempit, jadi kita hanya malakukan dengan menjaga imunitas tubuh WBP melalui olahraga dan berjemur setiap pagi ditambah asupan vitamin yang cukup,” terangnya.

“Setiap pagi kita sosialisasikan ke WBP bahwa pandemi ini bukan kita yang menginginkan, jadi mohon pengertian kondisinya dan tetap gunakan layanan yang kita berikan dengan sebaik–baiknya,” ucapnya.

Loading...

Dikatakan, pembebasan dengan asimilasi dirumah sudah mau selesai, rencananya akan diperpanjang sampai bulan Juni 2021, jadi apabila sudah ditanda tangani, Januari banyak yang bebas, pungkasnya. ida

Tinggalkan Balasan