SUKABUMI, HR — Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat sistem transportasi darat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan resmi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Kantor Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta Pusat, Senin (19/1) siang.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengusulkan percepatan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api hingga Kota Sukabumi. Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga mengajukan perpanjangan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Bogor sampai Sukabumi guna meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
“Saya diterima langsung oleh Pak Dirjen Perhubungan Darat. Alhamdulillah, kami menyampaikan beberapa poin strategis, di antaranya percepatan pembangunan double track dari Cicurug ke Kota Sukabumi serta perpanjangan rute KRL dari Bogor agar tersambung langsung ke Sukabumi,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, ketersediaan transportasi yang cepat, mudah, dan terjangkau menjadi kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Akses transportasi yang baik akan meningkatkan aktivitas sosial ekonomi, membuka peluang kerja, dan memperkuat daya saing Kota Sukabumi.
Selain sektor perkeretaapian, Pemerintah Kota Sukabumi juga mengusulkan penguatan transportasi perkotaan. Usulan tersebut meliputi pengadaan bus sekolah untuk menjamin keselamatan pelajar, pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT), serta rencana pembangunan City Hub di Terminal Tipe A melalui skema kerja sama dengan investor.
“Selain kereta, kami juga mengusulkan bus sekolah agar anak-anak memiliki angkutan yang aman, kemudian pengembangan BRT, serta pembangunan City Hub di Terminal Tipe A. Untuk City Hub, kami akan bersama-sama mencari investor,” jelasnya.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, di antaranya Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Angkutan Jalan Muiz Tohir, Direktur Lalu Lintas Jalan Rudi Irawan, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan.
Wali Kota Sukabumi menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan merespons positif seluruh usulan yang disampaikan. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak langsung membangun komunikasi intensif dengan saling bertukar kontak untuk mempercepat koordinasi teknis.
Langkah strategis ini dinilai mampu membuka aksesibilitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi. Dengan terwujudnya double track dan perpanjangan rute KRL, mobilitas masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi nasional akan semakin efisien.
Di sisi lain, penguatan sinergi transportasi darat juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penyediaan bus sekolah dan sistem BRT diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan pelajar, serta menghadirkan transportasi umum yang terintegrasi dan ramah masyarakat. ida








