PANGANDARAN, HR — Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, menegaskan pentingnya menjaga fungsi pembinaan di Satuan Pelayanan Pusat Sosial Bina Remaja (Satpel PSBR) Ciganjeng, Kabupaten Pangandaran. Penegasan tersebut disampaikan saat Komisi V DPRD Jabar melakukan kunjungan kerja, Selasa (13/1/2026).
Siti Muntamah menyampaikan bahwa Komisi V ingin memastikan PSBR Ciganjeng tetap menjalankan amanah dalam memberikan pembinaan mental, sosial, serta keterampilan bagi remaja dengan persoalan kesejahteraan sosial.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V menyoroti adanya penurunan kuota anak binaan akibat pemotongan anggaran, baik dari pemerintah pusat maupun kebijakan efisiensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami menerima informasi bahwa jumlah anak binaan mengalami penurunan. Biasanya dalam satu tahun PSBR menerima sekitar 70 anak dari 27 kabupaten/kota, namun kini hanya 50 anak. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi kami,” ujar Siti Muntamah.
Ia menegaskan bahwa meskipun terjadi efisiensi anggaran, fungsi rehabilitasi sosial bagi remaja harus tetap berjalan optimal dan tidak boleh dikorbankan.
Selain persoalan anggaran, Komisi V DPRD Jabar juga menanggapi rencana pengalihan sebagian lahan PSBR Ciganjeng seluas sekitar satu hektare untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Menurut Siti, rencana tersebut perlu pengelolaan tata ruang yang matang agar tidak mengganggu proses rehabilitasi sosial.
“Kami akan mengawasi rencana ini secara serius. Jika sekolah memang dibangun di area PSBR, akses masuk harus dipisahkan. Jangan sampai aktivitas pendidikan formal bercampur dengan proses pembinaan remaja,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa privasi, keamanan, dan fokus rehabilitasi anak binaan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pengembangan kawasan PSBR.
Siti Muntamah berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian lebih terhadap program rehabilitasi remaja yang memiliki persoalan sosial. Ia mendorong peningkatan anggaran serta optimalisasi fasilitas yang tersedia di PSBR Ciganjeng.
“Harapan kami, anggaran rehabilitasi remaja justru ditingkatkan, bukan dikurangi. Fasilitas yang ada harus dimaksimalkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. horaz






