Ketua TP PKK Kab Gowa, Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perdagangan Orang

oleh -21 views

MAKASSAR, HR – Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan turut mendukung Gerakan Bersama Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan menghadiri acara tersebut yang berlangsung di Hotel Gammara Makassar, Selasa (12/3/19).

Gerakan ini ditandai dengan pembubuhan tandatangan Deklarasi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Liestiaty F. Nurdin, para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, para Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten/Kota dan para Kepala DP3AP2KB Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang turut disaksikan langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Ashari F. Radjamilo.

Priska Adnan mengatakan, bahwa jajaran TP PKK Kabupaten Gowa siap menggalakkan dan bersinergi dengan pemerintah daerah khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gowa dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan pada perempuan termasuk TPPO.

Sementara itu, Ashari F Radjamilo saat membuka acara ini mengatakan, kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi kekerasan perempuan dan perdagangan orang di Sulawesi Selatan.

“Angka kekerasan di Sulawesi Selatan meningkat, maka saya berharap gerakan bersama pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO menjadi langkah awal dan merupakan akses bersama untuk mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan ini harus di tindak lanjuti dengan serius melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan. Saya juga mewakili Pemerintah Provinsi Sul-Sel mendukung penuh untuk stop kekerasan terhadap perempuan,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini juga, Priska Paramita Adnan menerima bantuan Perpustakaan Ibu dan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Liestiaty F. Nurdin yang juga diserahkan kepada 13 kabupaten/kota lainnya se-Sulawesi Selatan. kartia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *