Kebersihan Produk Jadi Kunci Keberlangsungan UMKM

oleh -40 views
pj gubernur Babel Ridwan Djamaluddin didampingi Sekdaprov dan bupati Belitung.

BELITUNG, HR – Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Babel untuk terus berinovasi dan berkreasi.

Contohnya seperti yang dilakukan komunitas dari Desa Wisata Terong Belitung yang mampu menyajikan produk olahan makanan yang lezat, seperti kerupuk ikan, stik kederik, dan stik sawi, bahkan akan ditampilkan pada ajang G20 mendatang.

Hal itu merupakan buah kolaborasi yang apik antar komunitas dengan pihak lain, dalam hal ini Bank BCA, yang memberikan pelatihan dan pembinaan, mulai dari packaging hingga pemasaran ke marketplace digital.

Pj Gubernur mengapresiasi hal itu, karena dirinya mendapat informasi dari para pelaku UMKM itu, bahwa peningkatan ekonomi di desa tersebut mencapai 50 persen.

“Tak lupa saya mengingatkan untuk mengedepankan aspek kebersihan produk, khususnya makanan yang akan menjadi oleh-oleh,” ungkapnya seusai mengunjungi produk UMKM di Bukit Peramun, Kabuparen Belitung, Jumat (20/5/2022).

PJ gubernur Babel Ridwan Djamaluddin didampingi bupati Belitung Sahani Saleh.

Ia juga mengungkapkan, para pelaku UMKM dituntut mampu menjaga aspek kebersihan dari seluruh rangkaian produksi. Mulai dari proses pengemasan, penyimpanan, hingga tahap penjualan.

Itu perlu, karena higienitas merupakan aspek utama dari produk, selain harga di masa pasca pandemi Covid-19.

Selain itu menurutnya, pemanfaatan teknologi serta kerjasama dan kolaborasi antar berbagai stakeholder dalam pengembangan UMKM juga merupakan hal yang baik dalam menunjang bisnis UMKM.

Tak hanya bisnis UMKM, komunitas Desa Wisata Terong Belitung juga mampu mengolah lahan kolong bekas tambang timah yang sudah tidak produktif menjadi desa wisata yang kreatif dan populer.

Loading...

Termasuk bagaimana mensinergikan antara sumber daya alam dan sumber daya manusia-nya menjadi kekuatan utama dalam membangun desa wisata dan pariwisata yang berbasis masyarakat yang berkelanjutan. agus priyadi

Tinggalkan Balasan