Gule Kabung dan Aik Bakung Merupakan Bukti Kehadiran Pemerintah di Masyarakat

oleh -516 views
oleh
Gule Kabung dan Aik Bakung Merupakan Bukti Kehadiran Pemerintah di Masyarakat.

BANGKA SELATAN, HR – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Suganda Pandapotan Pasaribu, menyebut program Gule Kabung dan Aik Bakung merupakan bukti kehadiran pemerintah secara langsung ke tengah-tengah masyarakat.

Menurut orang nomor satu di Negeri Serumpun Sebalai itu, melalui Program Gule Kabung dan Aik Bakung yang turun langsung ke masyarakat dan didukung oleh Forkopimda itu, pemerintah dapat melakukan banyak hal, seperti pengecekan harga di Pasar hingga memberikan pelayanan publik yang kolaboratif.

Demikian disampaikan Pj Gubernur Suganda, dalam sambutannya, saat ramah tamah bersama masyarakat Desa Bukit Terap, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Basel, Selasa (5/9/2023) malam.

“Sesuai dengan filosofi yang terkandung di dalamnya. Gule Kabung atau gula merah, yang berasal dari batang kabung, dengan segudang manfaat. Kita buktikan semuanya di program ini. Walaupun baru seumur jagung, Gule Kabung sudah mendapat penghargaan tingkat nasional dari media INews TV,” ungkap Pj Gubernur Suganda.

“Melalui program Gule Kabung dan Aik Bakung ini, banyak sekali hal yang kita ketahui, lakukan dan langsung kita atasi. Seperti, masyarakat yang sakit, rumah tidak layak huni dan juga kemarin ada warga yang mengidap ODGJ (gangguan jiwa) yang terkurung 25 tahun kita turun membantu, termasuk juga permasalahan stunting,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Pj Gubernur Suganda mengungkapkan, Gule Kabung memiliki konsep dasar dengan tujuan yang baik. Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Suganda juga menjabarkan soal arah penggunaan APBD perubahan tahun 2023, yang beberapa hari yang lalu, diketuk palu oleh DPRD Kepulauan Babel.

“Gule Kabung ini memiliki konsep yang baik, dari sana pemerintah bisa melihat beragam permasalahan yang dialami masyarakat. Ada banyak persoalan yang tidak pernah kita pikirkan, akan tetapi bisa kita lakukan dengan tindakan. Artinya konsep-konsep ini lah yang akan terus kita hadirkan di masyarakat,” katanya.

“Beberapa hari yang lalu, DPRD Kepulauan Babel mengetuk palu rancangan APBD perubahan tahun 2023. Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel sendiri, telah mengalokasikan anggaran untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Negeri Serumpun Sebalai ini. Salah satu upaya intervensi untuk mengatasi hal itu, yakni dengan memberikan bantuan langsung untuk masyarakat yang terdata sebagai penerima manfaat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Suganda juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas di Kepulauan Babel terkhususnya menjelang tahun politik 2024. Ia berpesan kepada masyarakat, jangan mau terprovokasi, dikotak-kotakan dan terpengaruh dengan orang-orang yang ingin membuat kekacauan di Kepulauan Babel.

Sementara, Bupati Basel Riza Herdavid, mengaku bangga dengan terciptanya kolaborasi antara Program Gule Kabung, gagasan Pemprov Kepulauan Babel dan Program Aik Bakung milik Pemerintah Kabupaten Basel.

“Dari pertama kali saya dilantik, program Aik Bakung sudah saya lakukan. Begitu pula dengan pak Suganda yang menjalankan program Gule Kabungnya. Saya jadikan ini pengalaman hidup saya ketika diberikan amanat,” kata Riza Herdavid.

“Saya ngantor di desa, menyediakan pengobatan gratis dengan hanya menunjukan KTP, membantu¬† perlengkapan dan seragam sekolah bagi siswa kurang mampu dan juga UMKM. Terserah orang bicara apa, yang penting kita memberikan bantuan tepat sasaran,” tukasnya.

Rangkaian kegiatan Gule Kabung dan Aik Bakung, di Desa Bukit Terap dimulai dengan acara Nganggung bersama di Masjid An-Nur, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama masyarakat yang bertajuk ‘Bekelakar Santai (Bekisah)’.

Suasana keakraban semakin erat, saat unsur Forkompimda dari Pemprov Kepulauan Babel maupun Pemkab Basel serta masyarakat Desa Bukit Terap yang hadir, dihibur oleh Klaki Band, yang memiliki lagu dengan bahasa daerah Bangka.

Ditengah acara, dilakukan juga penyerahan sejumlah bantuan, dari Pemprov Kepulauan Babel, antara lain berupa, rehabilitasi rumah tidak layak huni kepada masyarakat senilai Rp 20 Juta, kursi roda dan penyerahan Life Jacket untuk kapal penyebrangan sekitar Desa Pongok sebanyak 50 unit.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako dari Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kepulauan Babel, kepada kepada 10 Penerima Manfaat yaitu 5 lansia dan 5 anak Yatim di Desa Bukit Terap. Sementara, Pemkab Basel menyerahkan bantuan kepada anak yatim piatu sebanyak 5 orang dan memberikan bantuan kepada 7 orang pelaku UMKM.agus priadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *