Gede Wiratha: Bali Butuh Dukungan Media Sebagai Alat Promosi

oleh -691 views

BALI, HR – Berakhirnya acara Rakernas IMO Indonesia di Hotel Puri Saron, Seminyak, yang ditutup langsung oleh Menkopolhukam, Wiranto, acarapun dilanjutkan dengan wisata bahari di atas kapal Bounty Cruise di Benoa, Rabu (14/2).

Acara lanjutan yang disponsori oleh pengusaha sukses di Bidang Pariwisata, sekaligus owner Bounty Cruise, dan pengagas Circuit Formula 1 di Kabupaten Jembrana ini, yaitu I Gede Wiratha, menyambut peserta rakernas dan mengungkapkan bahwa terbentuknya IMO-Indonesia merupakan angin segar bagi pariwisata khususnya untuk di Pulau Dewata, Bali.

“Mudahan-mudahan IMO-Indonesia menjadi salah satu mitra terbaik bagi pemerintah maupun dunia usaha, khususnya usaha pariwisata. Saat ini dunia pariwisata Bali sudah pulih dan konferensi IMF masih akan tetap dilaksanakan di Bali yang awalnya akan mau dipindahkan ke kota lain,” ujarnya.

Dikatakan, Erupsi Gunung Agung sempat membuat kepariwisataan di Bali hampir kolaps. Adanya pemberitaan di Singapore bahwa erupsi Gunung Agung sangat dahsyat sehingga “Google” memberi tanda merah dan itu mengakibatkan pembatalan kedatangan wisatawan dari sejumlah negara ke Bali. Diantaranya turis Jerman 500 orang batal datang ke Bali.

“Ada 21 destinasi milik pemerintah, kami tidak punya kewenangan untuk mengaturnya,” ucap Gede Wiratha.

Loading...

“Paris, London, New York, dan Bali menjadi daerah wisata kelas dunia. Karena itu, tetangga kita seperti Singapore, dan Thailand iri sehingga mereka menggunakan kesempatan Erupsi Gunung Agung untuk mematikan pariwisata kita. Mereka menggunakan media untuk propaganda menghancurkan pariwisata kita dan mereka berhasil. Indonesia kecolongan dengan media luar negeri. Waktu Erupsi Gunung Agung media kita tidak berpikir Air Port akan ditutup. Akhirnya, media salah informasi dengan menyatakan “Bali merah”. Bapak Gubernur datang ke Jakarta untuk mencabut berita yang tidak benar tentang Gunung Agung sekaligus meminta pihak terkait untuk menurunkan status erupsi. Akibat pemberitaan tersebut membuat Hotel-hotel di Bali jadi lesu. Harapan saya, media sedikit memberi ilustrasi tentang Bali, dan tentang Gunung Agung kalau di Bali semua berjalan normal dan tidak ada masalah,” pungkasnya. ans

Tinggalkan Balasan