Dewan Penasehat GPAN Sarankan Artis Pengguna Narkoba Lapor Diri untuk Direhabilitasi

oleh -703 views

JAKARTA, HR – Para artis yang merasa pengguna atau pecandu narkoba agar segera menyerahkan diri untuk direhabilitasi dalam waktu satu bulan. Kalau tidak mau, GPAN minta aparat kepolisian melakukan penangkapan dan memproses hukum, untuk dijebloskan mereka ke Nusakambangan.

Fernando dan Siswandi

“GPAN tentu sangat prihatin dan miris dengan banyaknya artis yang ditangkap karena narkoba. Hal ini menunjukkan bahwa dunia artis sudah darurat narkoba. Padahal mereka merupakan public figure di mana, public akan mudah meniru sepak terjangnya,” tegas Dewan Penasehat Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Pol (P) Drs.Siswandi di sekretariat GPAN, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (18/2/2018), didampingi Queen Astrid, Ketua Bid OKK GPAN dan Sekjen Advokasi Rakyat Untuk Nusantara, Bungas T Fernando Duling.

Siswandi meminta Selebriti yang kena narkoba untuk melaporkan diri ke IPWL. untuk direhabilitasi. Dan yang telah ditangkap aparat, minta dihukum seberat beratnya. Biar sebagai pembelajaran bagi yang lainnya. Bila perlu dikirim ke Nusa Kambangan. Biar tidak dijadikan alasan bahwa artis identik dengan narkoba.

“Menyerahkan diri dalam artian datang baik-baik ke instansi yang ditunjuk pemerintah, bisa puskesmas, klinik atau rumah sakit, kantor polisi atau BNN terdekat. Baiknya melaporkan diri ke IPWL, untuk direhabilitasi. Mereka nanti akan menjalani rehab untuk disembuhkan. Dijamin mereka tidak akan ditangkap dan identitas nya dirahasiakan,” ujar mantan Direktur Pemberdaayaan Masyarakat BNN ini.

Siswandi juga menekankan siapapun orangnya baik itu pejabat, pengusaha ataupun artis bila terbukti memakai narkoba, harus ditindak tegas dan lebih-lebih bagi pengedarnya harus dihukum berat dan dipenjarakan di Nusakambangan sebagai pembelajaran bagi yang lainnya.

Lebih lanjut Siswandi mengungkapkan, bahwa nama-nama artis yang terlibat narkoba sebenarnya sudah masuk dalam catatan aparat. Mereka berasal dari kalangan pemain film, model, presenter, penyanyi, musisi, hingga sutradara.

“Ada yang senior, ada pula yang baru tampil. Tapi yang jelas, mereka harus hentikan mengkonsumsi barang haram ini. Kalau tidak, saya wacanakan untuk diproses dan dijebloskan ke Nusakambangan!” tandasnya.

Sejauh ini, papar Siswandi, korban narkoba di kalangan artis tanah air cukup mengkhawatirkan. Sebagaimana diketahui dalam waktu tiga bulan sejumlah artis ditangkap petugas . Pada 19 Desember 2018, masyarakat dikejutkan dengan penangkapan aktor kenamaan Tio Pakusadewo.

Tidak lama berselang, artis dan bintang iklan Jennifer Dunn (31/12/2017), menyusul tertangkap tangan. Kemudian pada 2018 berturut-turut Fahri Albar (13/2/2018), Roro Fitria (14/2/2018), dan Dhawiya Zaida Elvy Sukaisih (beserta tunangan, kakak dan ipar) dan tunangan, serta abangnya Sechan dan dua saudaranya) 16 Februari 2018.

Menurut jenderal yang juga Penasehat ARUN (Advokasi Rakyat Untuk Nusantara) ini, pemerintah untuk menjalankan rehabilitasi. Sebab merupakan amanat UU No 35/2009, dimana para korban penyalahguna narkoba memang wajib diobati melalui rehabilitasi. Hal ini berbeda kasus dengan perlakuan kepemilikan narkoba (menguasai), dimana ganjarannya adalah kurungan atau hukuman penjara.

“Undang undang yang kita punya cukup keras, terhadap pelaku yang terbukti memiliki dan mengedarkan, karena ancamannya hukuman mati. Tapi, sisi lain juga ada unsur humanisnya, yaitu memberlakukan hukuman rehabilitasi bagi korban atau pecandu agar bisa diselamatkan,” tutur Siswandi.

Sementara itu, Queen Astrid, salah saru artis yang pernah memerankan film “3 Piihan Hidup” yang menceritakan tentang bahaya narkoba sangat menyayangkan hal itu.

“Segala sesuatu itu tergantung dari diri kita masing – masing. Yang pertama adalah dasar utama pendidikan agama kita harus kuat. Mau agama apapun itu, semua mengajarkan kebaikan dan akhlak yang baik,” katanya.

Loading...

Sedangkan Fernando berharap agar para artis segera menyadari jika telah terjerumus dengan narkoba, agar segera melapor untuk direhabilitasi. Karena klo sudah berurusan dengan aparat, konsekwenainya hukumnya akan berat dijalani. Bisa menghancurkan karir dan kehidupan, bahkan kesehatan tubuh. igo/kornel

Tinggalkan Balasan